KORANJURI.COM – Indonesia resmi menjadi lokasi seleksi kejuaraan dunia Gelato di tingkat Asia Pasifik. Pemenang yang lolos nantinya akan mengikuti kejuaraan Coppa del Mondo della Gelateria di Kota Rimini, Italia.
Di Bali, event seleksi itu akan digelar bersamaan dengan Bali Interfood 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung pada 2-4 September 2026.
Setidaknya, ada 10 negara di Asia yang akan mengikuti seleksi membuat gelato di Indonesia antara lain, Singapura, China, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Filipina dan Vietnam.
“Kalau untuk masakan dan hot cooking itu sudah diambil Singapura. Jadi kalau dari Indonesia ingin ikut lomba dunia, harus mengikuti seleksi di Singapura. Tapi untuk gelato ini Singapura harus ikut seleksi ke Indonesia,” kata CEO Krista Exhibition Daud Dharma Salim di Denpasar, Senin, 31 Agustus 2026.
Kata Daud, Indonesia menggelar seleksi kompetisi hidangan penutup beku itu, untuk kategori individual. Seleksi di Bali akan menghasilkan satu pemenang yang akan tanding di pameran Krista Interfood di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Banten, 4-7 November 2026.
“Di Jakarta nanti peserta yang lolos dari Indonesia akan bertanding melawan konstestan dari sembilan negara di Asia Pasifik,” jelas Daud.
“Kita berhasil Indonesia jadi pusat seleksi Asia,” tambahnya.
Menurut Daud, keunikan lain dari Indonesia sebagai pusat seleksi adalah, setiap peserta harus menampilkan bahan-bahan khas dari negaranya masing-masing.
Gelato yang dibuat juga tidak serta merta siap saji. Tapi, chef harus bercerita tentang cara pengolahan, buah apa yang digunakan atau asal usulnya. Karena dalam setiap hidangan selalu ada cerita.
“Ingredients harus lah berasal dari dalam negeri setiap peserta misalnya, kalau dari Indonesia mungkin bisa mengambil buah nangka, duren, pepaya atau durian,” kata Daud.
Untuk kejuaraan kuliner dunia, proses seleksi hampir seluruhnya harus melalui negara Singapura terlebih dahulu. Setelah dari negara jiran, kata Daud, baru melanjutkan ke tahap final kejuaraan dunia.
“Untuk gelato ini kita ambil dari Singapura karena memang mereka tidak mengajukan untuk seleksi Asia kejuaraan gelato,” ujarnya.
Bali Interfood merupakan pameran peralatan memasak untuk hotel, restoran dan kafe (Horeka).
Event itu menghadirkan industri makanan dan minuman, mulai dari bahan baku, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, horeca, jasa boga, peralatan pengolahan, hingga teknologi dan solusi pengemasan.
Kehadiran berbagai produk dan teknologi tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk melihat perkembangan terbaru. Sekaligus, mencari produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. (Way)





