KORANJURI.COM – Tanah Lot Art & Food Festival #7 tahun 2026 menyajikan ikon kuliner khas Tabanan, baik itu makanan utama maulun jajanan tradisional.
Sejumlah kuliner yang ditampilkan sudah sangat langka ditemui di masyarakat. Namun, melalui festival yang digelar mulai 28-30 Agustus 2026 itu, makanan khas itu serasa hidup kembali dan dapat dinikmati.
Berikut deretan kuliner yang ditampilkan sepanjang festival berlangsung:
1. Jukut Gonda
Jukut Gonda adalah kuliner tradisional khas Tabanan yang dibuat dari pucuk tanaman gonda, sayuran air yang tumbuh subur di area persawahan.
Memiliki tekstur lembut dengan cita rasa segar yang khas, jukut gonda diolah menggunakan bumbu bawang putih dan cabai sehingga menghasilkan hidangan yang sederhana namun kaya akan rasa.
Lebih dari sekadar makanan, jukut gonda menjadi simbol kearifan lokal dan erat kaitannya dengan budaya pertanian Subak yang telah diwariskan turun-temurun di Tabanan.
2. Lindung Metunu Sambal Bejek
Lindung Metunu Sambal Bejek adalah hidangan khas Tabanan ini terbuat dari belut sawah pilihan. Dibumbui dengan rempah khas Bali (base genep), lalu dimasak secara tradisional dengan teknik metutu menggunakan balutan daun pisang, hingga menghasilkan cita rasa gurih dan aroma yang khas.
Disajikan bersama sambal bejek yang pedas dan segar. hidangan ini menghadirkan perpaduan rasa otentik yang mencerminkan kekayaan kuliner dan warisan budaya Bali.
3. Kakul Suna Cakuh
Kakul Suna Cekuh adalah hidangan tradissonal khas Bali berbahan dasar keong sawah yang diolah dengan perpaduan bawang putih, kencur, dan rempah-rempah khas Bali. Memiliki cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas, dengan tekstur kakul yang kenyal dan lezat.
Sajian ini menjadi salah satu warisan kuliner Bali yang mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan tradisi masyarakat agraris.
4. Pesan Testes
Pesan (Pepes) Tes-Tes adalah warisan kuliner khas Tabanan yang mengangkat kekayaan hasil perairan dan rempah-rempah Bali.
Anak ikan air tawar (testes) dipadukan dengan base genep pilihan, dibungkus daun pisang, lalu dimasak secara tradisional hingga menghasilkan aroma yang khas dan cita rasa yang kaya.
Hidangan ini menjadi simbol kearifan masyarakat Tabanan dalam menjaga tradisi kuliner yang sederhana, autentik, dan sarat nilai budaya.
5. Kuah Kakul
Kuah Kakul adalah warisan kuliner khas Tabanan yang lahir dari kekayaan alam persawahan dan tradisi memasak masyarakat Bali. Kakul segar dipadukan dengan base genep pilihan menghasilkan kuah rempah yang kaya rasa, harum, dan menggugah selera.
Setiap sajian mencerminkan harmoni antara hasil alam, budaya Subak, dan kearifan lokal yang terus difaga dari generasi ke generasi.
6. Rujak Bir
Rujak Bir adalah minuman warisan khas Tabanan yang memadukan kesegaran kelapa muda dengan kuah rujak berbumbu rempah tradisional Bali yang khas. Lebih dari sekadar Jajanan tradisional.
Meski namanya mengandung kata bir, minuman ini sepenuhnya bebas alkohol, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan.
7. Jaje Uli Tape
Jaje Uli Tape adalah warisan kuliner khas Bali yang menghadirkan harmoni rasa dalam setiap sajian. Uli berbahan beras ketan dan kelapa dipadukan dengan tape ketan hasil fermentasi alami, menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam.
Lebih dari sekedar jajanan tradisional, Jaje Uli tape mencerminkan kekayaan budaya, kebersamaan dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
8. Rujak Tibah (Mengkudu)
Minuman tradisional khas Bali berbahan sari buah tibah (mengkudu), diracik dengan bumbu rujak khas Bali ini menghadirkan cita rasa segar, asam, manis, pedas dan gurih.
Buah tibah segar dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian dicampur dengan air matang, gula, garam, cabai, dan perasan jeruk hingga menghasilkan rasa segar, asam, manis, pedas, dan gurih.
9. Loloh Cemcem
Cita rasa otentik minuman herbal khas Bali. Menghadirkan keseimbangan rasa manis, asam, dan gurih yang kaya, disempurnakan oleh kesegaran bulir kelapa muda di setiap tegukan. (Way)





