Targetkan Emas di WSC Rusia, Slamet Fokus Latihan Prototype Modelling

    


Slamet Sarwo Edi, saat menjalani latihan menggunakan mesin CNC Milling di SMKN 1 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Slamet Sarwo Edi, alumni SMKN 1 Purworejo yang akan mewakili Indonesia dalam ajang WSC (World Skill Competition) 2019 di Kazan, Rusia untuk mata lomba Prototype Modelling, terus digenjot latihan. Selain menjalani latihan di Toyota Learning Center di Jakarta, atlet binaan Toyota ini juga menjalani latihan di luar.

Slamet menjalani latihan di sekolah asalnya, SMKN 1 Purworejo selama tiga kali, pada bulan Mei, Juni, dan Juli, dengan masa sekali latihan seminggu. Disini, Slamet berlatih bersama kompetitor lainnya, Syauky Anwar Rabani, dengan pendamping Agung Satriawan dan Andre P.

“Kita targetkan emas untuk WSC kali ini,” ujar Agung Satriawan optimis, Kamis (25/7).

Dijelaskan oleh Agung, latihan di SMKN 1 Purworejo ini, selain untuk mencari suasana berbeda, karena di SMKN 1 Purworejo telah memiliki mesin CNC Milling. Dengan mesin ini, Slamet menjalani latihan, selain menggunakan mesin konvensional lainnya.

Salah satu kompetisi yang dipakai dalam WSC, kata Agung, adalah mesin CNC Milling. Meski merk-nya berbeda, namun program kontrolnya tak jauh beda. Karena itu, latihan dilakukan pada mesin yang mendekati.

“Ada juga pekerjaan yang sebenarnya bisa (harus) dilakukan dengan mesin, namun karena disini belum ada, ya kita kerjakan secara manual dengan tangan. Latihan ini juga perlu, supaya Slamet tidak selalu mengandalkan mesin,” terang Agung, yang didampingi Budiyono, Kepala SMKN 1 Purworejo.

Sebelum maju di WSC, Slamet ini juara satu nasional LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tahun 2019, untuk mata lomba Prototype Modelling. Menurut Agung, banyak keunggulan dari atlet WSC yang direkrut dari juara satu LKS SMK Nasional, seperti halnya Slamet ini.

Secara basic prototype, kata Agung, pemenang LKS pasti menguasainya, semisal, penggunaan alat tangan, bubut. Dan dari pihak Toyota, tinggal memolesnya saja. Dan dilihat dari hasil benda yang dikerjakan, masih lebih baik dibanding atlet-atlet sebelumnya.

“Secara kualitas, lebih baik. Itulah kenapa, kita optimis bisa meraih emas di WSC Rusia 2019, yang pesertanya dari 12 negara,” ujar Agung yakin.

Budiyono sendiri sangat mendukung latihan yang dijalani Slamet. Dia juga berharap, di WSC nanti Slamet bisa meraih emas. Itu artinya, Slamet bisa membawa nama baik sekolah, daerah, dan negara di tingkat internasional. (Jon)