KORANJURI.COM – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan mendukung memaksimalkan pungutan wisatawan asing (PWA) di Bali.
Dalam gelar pasukan Patroli Keimigrasian Dharma Dewata Provinsi Bali 2026 di Denpasar, Gubernur Bali Koster mengatakan, perlu ada sinergi lintas lembaga dalam menjaga Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap aman dan nyaman.
Menurut Koster, peningkatan kasus pelanggaran oleh WNA menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi langkah tegas dari Imigrasi. Ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan Bali,” kata Koster di Denpasar, Rabu, 15 April 2026.
Dikatakan, pengawasan keimigrasian juga sejalan dengan pentingnya mengoptimalkan pungutan wisatawan asing. Menurut Gubernur, jajaran Kemenimipas mendukung PWA di Bali berjalan optimal.
Menurutnya, pungutan wisatawan asing digunakan untuk mendukung keberlanjutan pariwisata Bali. Sekaligus, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Terutama, untuk membiayai upaya pelestarian budaya, lingkungan, dan infrastruktur di Bali.
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan Imigrasi dan aparat penegak hukum. PWA merupakan kebijakan ekonomi pariwisata yang ada di Bali,” kata Koster.
Sementara, Direktorat Imigrasi menggelar Patroli Keimigrasian Dharma Dewata Provinsi Bali 2026 di Bali. Gelar pasukan berlangsung di lapangan Renon, Denpasar, Rabu, 15 April 2026.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, pengawasan warga negara asing (WNA) sejalan dengan upaya mengoptimalkan kontribusi sektor pariwisata di daerah.
“Patroli akan dilakukan secara rutin di titik-titik strategis guna mencegah dan menindak pelanggaran yang dilakukan WNA,” kata Hendarsam di Denpasar, Rabu, 15 April 2026.
Selain melakukan pengawasan, Imigrasi juga mengembangkan program desa binaan yang melibatkan masyarakat dalam pengawasan WNA. Program ini akan memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketertiban.
“Upaya preventif kami lakukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan,” kata Hendarsam. (*/Way)






