KORANJURI.COM – Ribuan pemedek dari berbagai daerah memadati Hari pertama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih. Mereka mengikuti rangkaian persembahyangan yang digelar.
Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih I Gusti Lanang Muliarta mengatakan, secara umum pelaksanaan berjalan sesuai harapan. Terutama, dari sisi kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pemedek.
“Kalau berbicara pemedek, target utama kami adalah lalu lintas yang lancar, parkir tertib, serta pergerakan pemedek yang nyaman dan aman. Itu semua sudah berjalan dengan baik pada hari pertama,” kata Lanang Muliartha di kawasan Parkir Kedundung, Pura Besakih, Jumat, 3 April 2026.
Momentum puncak karya yang dikenal sebagai ‘Ida Bhatara Turun Kabeh’ menjadi titik paling sakral, sekaligus paling padat dalam rangkaian upacara di Besakih. Meskipun jumlah pemedek meningkat signifikan, kondisi di lapangan dinilai tetap terkendali.
Selain kelancaran akses, kebersihan kawasan menjadi perhatian utama pengelola. Lingkungan pura dijaga agar tetap bersih sehingga pemedek dapat menjalankan persembahyangan dengan khusyuk.
Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi, terutama terkait potensi peningkatan volume sampah seiring lonjakan kunjungan.
“Kami melihat potensi tersebut ada pada aspek kebersihan. Namun, kami sudah menyiapkan tim, mulai dari tim di parahyangan, perlemahan, angkutan, hingga pengolahan di TPS 3R. Jadi, hal ini sudah kami antisipasi dengan baik,” kata Muliarta.
Ia menambahkan, berbagai sistem pendukung, termasuk pengaturan lalu lintas, fasilitas parkir, dan layanan transportasi, telah dipersiapkan secara maksimal untuk mengantisipasi kepadatan saat puncak karya.
Pada kesempatan itu, juga disalurkan bantuan sebesar Rp3,2 miliar melalui Gubernur Bali kepada panitia Karya IBTK 2026. Hasil operasional tahun sebelumnya turut didedikasikan untuk mendukung pelaksanaan karya.
Muliarta mengatakan, Gubernur Bali memberikan arahan mencakup hal-hal detail yang menunjang kenyamanan pemedek, seperti kelengkapan fasilitas toilet.
“Beliau sangat detail, bahkan hal kecil seperti fasilitas toilet yang perlu dilengkapi kaca atau cermin juga menjadi perhatian. Hal ini akan segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Puncak Karya IBTK 2026 dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa dan akan berlangsung selama 21 hari hingga upacara penyineban pada 23 April 2026.
Rangkaian upacara dipadati umat, dengan penekanan pada kebersihan kawasan suci serta penerapan larangan penggunaan plastik sekali pakai.
Secara keseluruhan, pelaksanaan hari pertama dinilai sukses dan terkendali. Namun, evaluasi dan imbauan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran dan kenyamanan pemedek selama rangkaian karya berlangsung. (*)






