Erick Tohir Pastikan Perizinan Event Olahraga Kini Lebih Cepat dan Mudah

oleh
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Tohir di Bali United Training Center (BUTC) Pantai Purnama, Gianyar, Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Tohir mengatakan, perizinan event yang digelar oleh pihak swasta kini dipermudah dengan proses cepat.

Ia mengatakan, perizinan kegiatan lari maraton di Indonesia total ada 600 event dengan melibatkan 10,8 juta pelari. Menurutnya, sebagai birokrat tidak seharusnya mempersulit mempersulit perizinan.

“Bayangkan aja kalau kita mempersulit. Coba kalau 600 izin masing-masing dua minggu, engga selesai tuh kegiatan maratonnya. Padahal itu melibatkan 10 ,8 juta masyarakat Indonesia yang berlari,” kata Erick di Bali United Training Center (BUTC) Gianyar, Bali, Jumat, 3 April 2026.

Sejak menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Tohir mengaku telah merotasi 21 jabatan dengan diganti orang baru. Rotasi dilakukan agar pejabat Kemenpora memiliki semangat service oriented.

Dia mengatakan agar jajaran dan bawahannya tidak mempersulit perizinan kegiatan olahraga. Saat ini, Kemenpora tengah menggalakkan kegiatan olahraga di masyarakat, baik prestasi maupun industri olahraga.

“Ya jangan mereka aneh-aneh mempersulit izin atau terima-terima uang di bawah meja, saya copot pasti,” jelas Erick.

Di bidang sport tourism, Kemenpora juga menjalin kerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Ada 9 tupoksi yang sebelumya ditangani Kemenpar sekarang beralih ke Kemenpora.

“Terutama, untuk perizinan penggunaan stadion, izin olahraga, sekarang sudah tidak di Menteri Pariwisata, itu sudah di kami,” jelasnya.

Selain itu, regulasi yang menurutnya menghambat prestasi Olahraga juga dievaluasi. Seperti pencabutan Permenpora No 14 Tahun 2024 tentang standar pengelolaan organisasi olahraga lingkup olahraga prestasi.

Peraturan itu menjadi polemik karena pemerintah dinilai terlalu intervensi dan membatasi otonomi terhadap Federasi dan organisasi olahraga di tanah air.

“Makanya Permenpora 14 Tahun 2024 saya cabut. Karena di situ Kemenpora terlalu masuk ke dalam organisasi olahraga, bahkan yang namanya pengembangan industri olahraga,” ujarnya. (Way)