Menko PMK: Nilai Nyepi Relevan Hadapi Tantangan Dunia Modern

oleh
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno saat menghadiri Dharma Santi Nyepi Nasional di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4/2026) - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Dharma Santi Nyepi secara nasional tahun ini digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi ‘kebisingan’ informasi.

Ia menilai derasnya arus media sosial dan informasi digital seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.

“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” kata Pratikno.

Menurutnya, nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan sangat relevan untuk membangun pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan bijaksana.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tambahnya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi. Sekaligus, momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha yang hadir menekankan, Dharma Santi bukan sekadar perayaan. Melainkan, momen kembali pada keheningan diri.

Ia mengaitkan dengan ajaran Bhagavad Gita tentang karma yoga, bertindak tanpa keterikatan pada hasil.

Dharma Santi Nyepi Nasional menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Tahun ini mengangkat semangat Vasudhaiva Kutumbakam, satu bumi satu keluarga. (*/Way)