Kasus Sengketa Inkrah di PN Gianyar, Pihak Menang Rangkul Pihak Kalah

    


Krama Desa Pakraman Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang saat memasang baliho, Minggu (23/8/2020) - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sengketa lahan di Gianyar segera dilaksanakan sesuai putusan Pengadilan Negeri Gianyar No : 9/Pen.eks.Pdt/2012/PN Gin, tanggal 27 Juli 2020. Eksekusi bakal dilakukan pada 31 Agustus 2020.

Sengketa terjadi antara Desa Pakraman Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang dan warga di Desa Tempek Kangin. Putusan PN yang telah inkrah itu memenangkan warga Desa Pakraman Pakudui.

Bendesa Desa Pakraman Pakudui, I Ketut Karma Wijaya mengatakan, pihaknya merangkul Krama Tempek Kangin yang ingin bergabung dengan Krama Desa Pakraman Pakudui.

“Kami Krama Desa Pakraman Pakudui dengan niat baik dan tulus ikhlas, ingin menyelesaikan sengketa dengan Krama Tempek Kangin secara damai,” Ketut Karma Wijaya, Minggu (23/8/2020).

“Kita harapkan sebelum pelaksanaan eksekusi, apa yang diharapkan bisa diwujudkan,” harapnya.

Pihaknya memberikan kesempatan kepada Krama Pakudui Kangin yang ingin bergabung untuk mengajukan diri pada 24 -27 Agustus 2020.

“Kita sudah buat pengumuman di baliho yang dipasang di seputaran Desa  Pakraman Pakudui. Selain itu, kami juga melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Mari kita selesaikan perselisihan yang terjadi selama ini dengan damai,” ujarnya. 

Sementara, Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, menyambut baik langkah yang diambil Krama Desa Pakraman Pakudui.

“Ini langkah bijak yang diambil Krama Pakudui Kawan,” kata Tagel.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang dipegang dan diyakini oleh Krama Pakudui Kawan, bukan karena menang dan kalah, lalu menyingkirkan yang kalah.

“Itu kebijaksanaan luar biasa, jadi mohon jangan diragukan lagi soal ajakan bergabung kembali,” kata Tagel.

Hanya saja, ia meminta agar tidak ada yang memberatkan. Pihak Pakudui Kawan diharapkan menerima Krama Pakudui Kangin dengan tulus dan ikhlas, tanpa ada hal-hal yang memberatkan. (ning)