KORANJURI.COM – Pelaksanaan Bali Beyond Travel (BBTF) Ke-12 di Nusa Dua bukan hanya soal transaksi dari bisnis perjalanan wisata saja. Namun, booth Samsara Living Museum menghadirkan aktifitas Palmistry atau ramalan garis tangan.
Di situ seorang pelaku budaya jebolan ajang The Master, Jro Made Bayu Gendeng memberikan layanan ramalan garis tangan. Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana sempat mampir di booth tersebut dan diramal garis tangannya.
Palmistry sendiri merupakan seni membaca karakter, peluang masa depan hingga nasib, yang dilakukan melalui guratan garis tangan.
“Ibu Menteri saya prediksi menggunakan palmistry dan ternyata akurat sekali. Garis tangannya unik sekali, jadi ada garis tangan star yang berhubungan dengan berpikir dan aktifasi otak kiri dan kanan,” kata Bayu Gendeng di Nusa Dua, Jumat, 29 Mei 2026.
“Artinya beliau cerdas dan penuh semangat, memiliki garis tangan yang unik. Hasilnya memang bagus, ini bukan saya memuji karena beliau menteri, tapi hasilnya memang bagus,” tambahnya.
Jro Master Made Bayu Gendeng memperkenalkan metode prediksi Balinese Palmistry dengan menggunakan garis tangan. Serta, Balinese Numerology sebuah metode prediksi menggunakan angka aksara Bali.
“Ini adalah seni untuk menganalisa sesuatu hal. Seperti ibu menteri tadi, hasilnya bagaimana beliau aktif dan mampu memecahkan persoalan,” kata Bayu Gendeng.
Dari metode yang dikembangkan oleh Jro Master Made Bayu Gendeng juga dapat memprediksi seseorang punya kecenderungan bipolar atau skizofrenia hingga kecenderungan kecemasan.
Sementara, Samsara Living Museum merupakan musium kehidupan yang berada di Desa Bebandem, Karangasem, Bali. Musium budaya berlokasi di kaki Gunung Agung yang berjarak 10 Km dari puncak gunung tertinggi di Bali itu. (Way)





