KORANJURI.COM – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa memastikan kesiapan destinasi dalam menyambut liburan sekolah. Kunjungan dilakukan di Waterbom Bali, Kuta.
Wahana air itu menjadi destinasi wisata keluarga yang diprediksi akan banyak menerima kunjungan wisatawan.
Ni Luh Puspa mengatakan, momen liburan menjadi kesempatan bagi pengelola destinasi wisata untuk menunjukkan kualitasnya.
“Kami melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momen libur sekolah,” kata Ni Luh Puspa di Bali, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi hal terpenting saat terjadi lonjakan kunjungan. Sebagai wahana wisata air, Waterbom Bali dinilai menjadi tujuan wisata favorit selama liburan sekolah.
Waterbom Bali telah beroperasi selama 33 tahun. Pengalaman panjang yang dimiliki menempatkannya sebagai destinasi wisata keluarga terbaik dunia tahun 2026. Posisinya berada di sepuluh besar.
CEO Waterbom Bali Sayan Gulino mengatakan, pengawasan kualitas yang ketat menjadi standar pelayanan untuk seluruh fasilitas.
“Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam operasional harian. Kami secara konsisten melakukan itu,” kata Sayan Gulino.
Manajemen kapasitas juga dilakukan secara disiplin demi menjaga kualitas pengalaman wisatawan. Sayan mengatakan, prioritas yang diberikan tujuannya agar wisatawan tetap merasa nyaman dan dapat menikmati atraksi wisata.
Manajemen kapasitas yang baik menurutnya adalah menjaga agar wisatawan tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga.
“Dari sisi tim dan staf pun kami telah mempersiapkan diri menghadapi high season,” ujar Sayan.
Di sisi lain, Waterbom Bali memperkuat praktik keberlanjutan melalui pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan destinasi.
Termasuk, upaya mengurangi timbulan sampah, meningkatkan pemilahan, serta mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan jangka panjang Waterbom Bali menuju destinasi wisata yang semakin berkelanjutan, dengan target mencapai net zero emission pada tahun 2033. (Way)





