KORANJURI.COM – Mengangkat potensi wisata sekaligus melestarikan budaya lokal, Festival Kuda Jingkrak Khas Purworejo ‘Jetis Cup 2026’ resmi digelar di Pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo.
Event yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (27/06/2026) hingga Minggu (28/06/2026) ini, sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan dan menghidupkan kembali denyut ekonomi pesisir.
Acara dibuka secara seremonial oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agassi Setiabudi. Pembukaan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta jajaran tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wabup Purworejo Dion Agassi Setiabudi mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi solid antara asosiasi, pelaku usaha, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Menurutnya, festival ini tidak hanya sekadar hiburan, melainkan pemantik roda ekonomi daerah.
“Tentu dengan penyelenggaraan event ini, yang pertama bisa menarik daya tarik wisatawan ke Kabupaten Purworejo, khususnya di Pantai Jetis. Yang kedua, tentu multiplier effect-nya pedagang bisa laris, kemudian desa juga mendapatkan tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujar Dion.
Ia juga berharap agar festival unik ini didorong menjadi agenda rutin tahunan yang berkolaborasi dengan para pelaku UMKM agar dampaknya semakin meluas.
Lebih lanjut, Dion menjelaskan bahwa seni Kuda Jingkrak memiliki akar sejarah yang kuat dengan tradisi religius masyarakat Purworejo. Budaya ini bermula dari perayaan akhirussanah atau khataman Al-Qur’an.
“Biasanya anak-anak yang khotmil Qur’an itu diarak keliling desa menggunakan kuda jingkrak ini. Ini menjadi ciri khas budaya lokal Kabupaten Purworejo yang kemudian menarik banyak wisatawan, hingga akhirnya dikemas dalam bentuk festival seperti sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia, H. Shohibul Untung, membeberkan bahwa event ini lahir dari aspirasi murni para pedagang Pantai Jetis yang tergabung dalam P3J bersama Pokdarwis. Mereka mengeluhkan sepinya kunjungan wisata belakangan ini yang berdampak pada omzet penjualan.
“Kita meng-ACC diadakan Festival Kuda Jingkrak di Jetis ini untuk menarik para wisatawan agar Pantai Jetis lebih terkenal. Ini adalah kolaborasi pengurus wisata, pedagang P3J, dan UMKM Kecamatan Grabag,” terang Untung.
Festival ini didukung penuh oleh berbagai pihak, mulai dari para donatur, produk sponsor, hingga jajaran pemerintah daerah termasuk Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan DPRD Purworejo.
Disampaikan oleh Untung, hingga hari pertama, tercatat sebanyak 45 peserta telah mendaftarkan diri. Beberapa peserta lain disebut masih terikat job mengarak anak khataman Al-Qur’an yang saat ini memang sedang populer di masyarakat.
Terkait festival ini sendiri, Untung menyebut, bahwa perlombaan ini dibagi menjadi tiga kelas kompetisi, yakni Pemula, Junior dan Senior.
“Penilaian utama dalam kompetisi ini mencakup durasi penampilan, keserasian seragam, serta estetika seni joget (meliputi gerakan kaki, leher, dan kepala kuda),” kata Untung.
Panitia menyediakan total hadiah binaan belasan juta rupiah yang berpotensi terus bertambah, ditambah dengan limpahan doorprize menarik tanpa batas yang disiapkan bagi para pemenang dan penonton.
“Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa pada penyelenggaraan perdana di kawasan wisata ini, kami optimis festival ini dapat berjalan sukses dan menjadi pemantik semangat baru, baik dari sisi pariwisata, perputaran ekonomi kreatif, maupun motivasi anak-anak dalam belajar mengaji,” pungkas Untung . (Jon).





