Uang Koperasi Diduga Dilarikan, KSP di Klaten Digugat Anggotanya

    


Kuasa hukum Sri Handayani, Henry Indraguna menunjukkan surat gugatan terhadap KSP Jaya Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Klaten - foto: Meddia/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Seorang warga Klaten mengajukan gugatan terhadap sebuah lembaga keuangan koperasi di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Senin (21/1) kemarin. Sri Handayani (47), warga desa Geblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Jateng melalui kuasa hukumnya mengaku sangat kesal dengan ulah KSP yang bernama Koperasi Jaya Makmur tersebut. Diduga kuat KSP tersebut telah bubar atau tutup. Sementara uang nasabahnya tidak jelas kemana larinya.

Sri Handayani sendiri mengaku sudah beberapa tahun menjadi nasabah KSP Jaya Makmur, cabang Pasar Gentongan, Kalikotes, Klaten.

Ia bahkan telah menabung sebanyak Rp 6,7 juta. Tabungan itu terdiri dari tabungan reguler sejumlah Rp 1,7 juta serta  Rp 5 juta dalam bentuk deposito. Sri Handayani sendiri merupakan pedagang sayur. Ia menabung sejak anaknya kelas 1 Sekolah Dasar  (SD).

Hingga kini, anak tersebut sudah kelas enam SD. Namun, untuk mendapatkan uang tabunganya kembali, status KSP Jaya Makmur sendiri tidak jelas keberadaannya.

“Koperasi tersebut sekarang dimana, saya tidak tahu. Saya mengiginkan uang Rp 6 juta itu kembali, sebab uang tersebut saya kumpulkan bertahun tahun,” kata Sri Handayani kepada wartawan, di PN Klaten, Senin(21/1/2019).

Sementara itu, kuasa hukum Sri Handayani, Henry Indraguna mensinyalir koperasi tersebut sudah bubar.

“Ini sangat disayangkan, Sri Handayani ini adalah pedagang sayur mengumpulkan uangnya untuk masa depan anaknya. Namun, uang tersebut malah hilang karena koperasi telah tutup,” kata Henry.   

Ia meminta kepada Pengadilan Negeri Klaten untuk mempersiapkan sidang terhadap Sri Handayani.  

“Dalam waktu dekat saya juga akan mengecek ke Polres, terkait laporan yang diajukan dari Sri Handayani beberapa bulan yang lalu, sudah ditindaklanjuti atau belum, kami akan kroscek juga,” kata Henry lagi.   

Dalam gugatan nanti, kuasa hukum Sri Handayani akan menggugat inmaterialnya sebesar Rp 1 triliun. Dan apabila dimenangkan uang tersebut bakal disumbangkan terhadap masyarakat di Klaten. Hal tersebut, untuk memberikan efek jera terhadap koperasi Jaya Makmur itu.

“Biar jera, kami gugat inmaterialnya Rp 1 triliun. Kalau dimenangkan akan kami sumbangkan masyarakat di Klaten,” pungkasnya. Med