Tetap Bantu Masyarakat Meski Program Dapur Umum Kota Denpasar Berakhir

    


Kegiatan di dapur umum kota Denpasar dalam kegiatan kerja bareng '2021 Korean Style Nasi Bungkus Donation' antara Yayasan Bina Ilmu dan warung Jaba Paon dalam program Dapur Umum, Kamis (23/9/2021) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebuah tenda besar berdiri di pelataran warung Jaba Paon yang terletak di Jalan Kaliasem, Denpasar. Tenda itu itu digunakan sebagai dapur umum yang didirikan sejak tahun 2020 atau awal-awal pandemi merebak di Bali.

Di tengah Bali yang turun status menjadi PPKM Level 3, kesibukan tak begitu terlihat. Namun, sejumlah peralatan memasak tampak seperti habis digunakan.

Ya, Kamis (23/9/2021) masih ada kegiatan dari yayasan Bina Ilmu Bali bertajuk ‘2021 Korean Style Nasi Bungkus Donation’ dengan 550 paket nasi kotak. Kegiatan yang digelar sejak pagi hingga menjelang sore itu sekaligus mengakhiri program dapur umum di masa pandemi.

“Penutupan ini formalitas, tapi kami masih mengakomodir permintaan donasi untuk yang kecil-kecil, 200 pack ke bawah,” kata salah satu pemilik Jaba Paon Luh Putu Darmayanti.

Luh Putu mengatakan, program Dapur Umum itu diinisiasi oleh sekelompok masyarakat dengan dukungan CSR DARI Pemerintah Kota Denpasar. Selama pandemi, kegiatan yang ada yakni menyiapkan kebutuhan makanan siap saji bagi warga yang terdampak pandemi.

Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintah Kota Denpasar melibatkan kepala lingkungan dalam pendataan warganya kehilangan pekerjaannya akibat pandemi.

“Seperti nasi bungkus ala korea ini, nanti akan dibagikan kepada warga kurang mampu dengan koordinasi oleh masing-masing kepala lingkungan dari tiap-tiap Banjar,” jelasnya.

Selain itu, menurut Luh Putu Darmayanti yang juga duduk sebagai bendahara program Dapur Umum itu, pihaknya melakukan pengiriman seperti untuk kaum difabel dan ibu hamil. Menurutnya, asupan gizi sangat diperlukan untuk kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

Sasaran dilakukan dengan mengantar langsung ke lokasi-lokasi vaksinasi khusus untuk kaum difabel dan ibu hamil.

“Tadi kami mengantarkan ke lokasi vaksinasi difabel dan ibu hamil di Brimopda Polda Bali. Mereka butuh asupan gizi yang bagus saat mengikuti vaksinasi,” kata Luh Putu.

Meski program Dapur Umum Kota Denpasar telah berakhir, namun pihaknya masih memiliki agenda padat kerjasama dengan sejumlah perusahaan seperti Gojek maupun Grab.

“Jadi kita tetap jalan seperti biasa, dapur permanen yang kita punya cukup untuk mengakomodir permintaan ratusan paket,” kata Luh Putu Darmayanti. (Way)