Polisi Tangkap Aktor Konten Porno di Aplikasi Line, Pelaku Libatkan Gadis Belia

    


Polisi mengungkap dan menangkap penyebar video mesum yang menggegerkan jagad maya. Video asusila yang beredar melibatkan anak di bawah umur - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polisi mengungkap dan menangkap penyebar video mesum yang menggegerkan jagad maya. Video asusila yang beredar melibatkan anak di bawah umur.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S. Latuheru menjelaskan, Subnit Cyber Crime Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat melakukan patroli cyber dan menemukan sebuah grup di aplikasi media sosial Line yang melakukan penyebaran video berkonten pornografi.

Latuheru menambahkan, untuk dapat bergabung ke dalam grup diharuskan melakukan registrasi pembayaran kepada admin grup. Pembayaran dilakukan melalui rekening bank atau Gopay atau aplikasi dana milik admin.

Ternyata, di grup tersebut tidak hanya menyediakan konten video porno, tapi ada juga perempuan yang disebut talent atau para wanita berusia muda di bawah umur untuk melayani jasa video call sex, maupun live show.

Talent melakukan live streaming dan langsung dapat dilihat oleh semua anggota grup dengan sepengetahuan admin.

“Berdasarkan alat bukti yang diperoleh, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku P yang diduga admin. Tersangka P ditangkap di daerah Kapuk Poglar, Jakarta Barat. Dari keterangan pelaku yang diamankan, ada pelaku lain yang terlibat yakni BP (DPO) yang juga merupakan admin grup,” ungkap kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Senin (10/08/2020).

Sementara, Kasat Reskrim lPolres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menambahkan, pengembangan dilakukan hingga berhasil menangkap pelaku DW dan RS dan seorang talent live show yang diketahui masih di bawah umur.

“Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak dan perempuan, maka talent yang masih di bawah umur akan kami lakukan diversi. Menimbang usia anak masih dini dan berstatus masih pelajar kemungkinan anak tersebut akan kami kembalikan kepada orang tuanya,” jelasnya.

Pelaku dijerat pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 dipidana penjara paling lama 6 tahun.

“Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan barang bukti berupa 4 unit HP, 4 akun Line, 1 ATM rekening BCA, screeshot kiriman video pornografi, video live streaming anak di bawah umur,” tambah Arsya. (Bob)