Pencuri HP dan Penadah Diringkus

    


Satreskrim Polres Purworejo, berhasil mengamankan dua pelaku pencurian hp dan penadahnya, AS (40), warga Gondosuli, Bulu, Temanggung, Ar (30), warga Tingkir Tengah, Salatiga, dan WYR (36), warga Donorejo, Secang, Magelang, dengan sejumlah barang bukti - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satreskrim Polres Purworejo, berhasil mengamankan AS (40), warga Gondosuli, Bulu, Temanggung, Ar (30), warga Tingkir Tengah, Salatiga, dan WYR (36), warga Donorejo, Secang, Magelang.

Ketiganya ditangkap polisi pada Selasa (13/8), karena terlibat dalam kasus pencurian hp di rumah Suchri Pangharjo pada Selasa (23/7) silam, sekitar jam 04.45 WIB di Dusun Kaliangkup, Desa Guntur, Bener.

“AS dan Ar pelakunya, WYR penadahnya,” jelas Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui KBO Reskrim Iptu Purwanto, Senin (2/9).

Saat pencurian terjadi, kata Purwanto, korban sedang berada di mushola untuk sholat subuh. Mereka berhasil menggasak barang-barang milik korban, berupa 4 unit HP dari berbagai merek, 1 unit Laptop warna silver/abu-abu, 1 buah dompet warna coklat yang berisi identitas diri berupa KTP, SIM, kartu BPJS, ATM, uang sejumlah Rp 220 ribu, dan 2 lembar mata uang riyal. Kerugian yang dialami korban, mencapai Rp 9 juta.

Terungkapnya kasus pencurian yang dilakukan tersangka, kata Purwanto, dari pengembangan penyelidikan setelah korban melapor, bahwa barang-barang hasil curiannya dijual kepada tersangka WYR. Setelah dilakukan penangkapan, akhirnya WYR mengaku, bahwa dia telah membeli barang-barang hasil pencurian yang dilakukan tersangka AS dan AR.

Untuk 4 HP, dibeli dengan harga Rp 2 juta. Laptopnya, dibeli Agung (DPO) seharga Rp 400 ribu.
Dari hasil penjualan tersebut AS dan Ar mendapat bagian masing-masing Rp 800 ribu dan sisanya sebagai biaya operasional. Dan tersangka WYR mendapat bagian sebesar Rp 100 ribu dari hasil penjualan Laptop.

“Dari tangan tersangka, kita sita beberapa barang bukti, 2 unit HP identitas diri berupa KTP, SIM, kartu BPJS, ATM, 1 unit mobil Toyota Avanza warna putih Nopol B 1792 PYE, dan sebuah kotak HP,” terang Purwanto, sambil menunjukkan sejumlah barang bukti.

Kepada para tersangka, terang Purwanto, AS dan Ar dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

“Dan tersangka WYR dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat /penadahan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkas Purwanto, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah. (Jon)