KORANJURI.COM – Sekolah Rakyat di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, mulai beroperasi tahun ajaran baru 2026/2027.
Progres pembangunannya sudah mencapai 95 persen dengan target penyelesaian 30 Juli 2026. Saat ini sudah ada 74 siswa calon siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali itu.
“Saya pantau terus perkembangannya. Kunjungan hari ini saya ingin mendapatkan laporan detail supaya program strategis ini berjalan baik sesuai harapan dan niat baik bapak Presiden,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Karangasem, Senin, 13 Juli 2026.
Sekolah Rakyat Terintegrasi itu memiliki tiga jenjang pendidikan dalam satu lokasi, dari gedung SD, SMP dan SMA. Gedung sekolah dasar memiliki 18 ruang kelas dengan kapasitas 540 siswa.
Gedung SMP dan SMA masing-masing memiliki 9 ruang kelas dengan kapasitas 270 siswa. Selain itu, setiap jenjang pendidikan dilengkapi dengan gedung asrama. Untuk asrama siswa SD hingga SMA masing-masing tersedia 8 kamar.
Asrama itu dapat dihuni 136 siswa secara keseluruhan. Selain itu, Sekolah Rakyat Terintegrasi itu juga dilengkapi dengan bangunan rumah susun untuk guru dengan kapasitas 52 orang.
Termasuk, gedung serbaguna berkapasitas 750 orang, lapangan sepak bola, lapangan bola basket dan tempat ibadah.
“Kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya,” kata Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Ni Nengah Satriyani kepada Gubernur Bali Wayan Koster.
Menurut Satriyani, seluruh bangunan sekolah mengadopsi keberlanjutan sebagai bangunan hijau. Seluruh ruang kelas tidak ber-AC, namun didesain memiliki sirkulasi udara yang bagus.
Kebutuhan air bersih disuplai oleh dua sumur bor dengan kapasitas 1,8 liter per detik.
“Untuk jangka panjang, sumber air sekolah rakyat akan dibangun secara permanen pada tahun 2027 oleh Ditjen Cipta Karya dengan memanfaatkan sumber air di Sungai Telaga Waja,” kata Satriyani.
Suplai kelistrikan bersumber langsung dari Gardu PLN berkekuatan 345.000 VA atau setara 345 kVA.
“Kami menyiapkan mesin genset untuk cadangan kelistrikan,” ujarnya.
Tes DNA Talenta
Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos Ketut Supena mengatakan, siswa tidak dipungut biaya pendidikan. Justru, sarana dan prasarana akan diberikan secara gratis.
Meliputi, pakaian seragam sekolah, buku, laptop, hingga kebutuhan makan 3 kali sehari. Setiap siswa, kata Supena, juga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
“Tes kebugaran dan tes DNA juga dilakukan untuk mengetahui potensi siswa dan bakat minat yang dimiliki, sehingga kekurangan yang ada dapat diminimalisir,” kata Supena.
Kepala Sekolah Rakyat Putu Jaya Negara mengatakan, jumlah siswa untuk jenjang Sekolah Dasar telah terisi 19 orang. Sedangkan untuk SMP dan SMA masing-masing 90 orang.
“Kebutuhan guru akan direkrut oleh Pemerintah Pusat,” kata Jaya Negara. (*/Way)





