KORANJURI.COM – Produk UMKM kini punya wadah untuk menjual dan mempromosikan karya lokal, sejalan dengan hadirnya Sira Village Grand Outlet Bali.
Supervisor E-commerce dan Exhibition Sunaka Jewelry I Komang Kartika mengatakan, karya pengrajin lokal bahkan mendapatkan prioritas.
“Ini bahkan kita nggak perlu mengajukan diri dulu, langsung diajak sama tim Sira Village. Buat IKM yang selama ini susah masuk mal-mal besar, ini kesempatan langsung buka jalan,” kata Kartika, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya onboarding UMKM di level yang lebih tinggi menunjukkan produk lokal tak kalah dengan brand import.
Selama membuka lapak di Sira Village KEK Kura Kura Bali, dirinya merasakan antusiasme pengunjung terhadap produk industri kecil menengah.
Kunjungan wisatawan mancanegara cukup banyak terutama mereka yang akan mencari suvenir khas Pulau Dewata. Menurutnya, 60 persen wisatawan asing ke Sira Village. Sedangkan wisdom 40 persen.
“Paling ramai di weekend sih, memang kebanyakan orang-orang luar tuh nyari gift yang tidak ada di negaranya. Nah kita bisa jadi salah satu opsinya lah,” kata Kartika.
Wisatawan asal Uni Emirat Arab Fabio Scala, secara rutin berkunjung ke Bali selama sepuluh tahun terakhir. Ia mengaku kagum dengan produk IKM di Sira Village. Menurutnya, karya lokal Bali memiliki nilai otentik yang tidak ada di brand global.
“Ini adalah pusat perbelanjaan dengan kurasi terbaik yang pernah saya lihat di Bali. Di dunia yang makin modern dan merek yang sama di mana-mana, produk lokal di sini justru menawarkan sesuatu yang unik,” kata Fabio.
Karya buatan tangan yang dikerjakan dengan detail menurutnya punya nilai otentik yang berbeda. Sangat impresif melihat bagaimana perhiasan, kain, hingga sabun alami lokal dikurasi dan ditampilkan dengan sangat baik,” ujar Fabio.
Selain terkesan dengan produk IKM, ia juga memuji konsep dan arsitektur Sira Village.
“Dari segi arsitektur kontemporer, ini salah satu desain terbaik yang pernah saya lihat di Bali. Sira Village berhasil membawa semangat budaya Bali dan nilai-nilai lokal ke dalam kehidupan masyarakat modern dengan sangat baik. Ini sangat mengagumkan,” jelas Fabio.
Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali Tantowi Yahya menilai, kehadiran brand lokal yang terkurasi justru melengkapi daya tarik village outlet bagi wisatawan yang mencari pengalaman asli berbelanja.
“Sira Villagemembuka pintu selebar-lebarnya untuk IKM binaan Dekranasda. Ini bukan soal kompetisi tapi kolaborasi. Kami memberikan ruang agar karya lokal dikenal dunia,” ujar Tantowi Yahya.
Sementara, Kepala Departemen Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) Zefri Alfaruqy mengatakan, integrasi IKM di area ritel modern merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Sejak awal, kami ingin Sira Village bukan hanya sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi komunitas lokal,” kata Zefri. (*/Way)





