KORANJURI.COM – Sira Village Grand Outlet dengan investasi mencapai Rp1,5 triliun, resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.
Outlet mall pertama di Pulau Dewata itu, kata Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali Tantowi Yahya, menjadi rumah bagi UMKM Bali yang bersanding dengan brand internasional.
“Yang sudah buka baru 104 tenant dan masih banyak lagi yang persiapan akan buka, totalnya sekitar 130 tenant, ini luas lahannya 4,5 hektar,” kata Tantowi di Denpasar, Jumat, 31 Juli 2026.
Arsitektur bangunan mengadaptasi tata ruang tradisional Bali dengan adanya elemen Bale dan atah yang ditafsirkan kontemporer. Unit-unit ritel mengelilingi ruang komunal yang ramah bagi keluarga dan hewan peliharaan.
Koridor teduh, lanskap hijau, serta elemen air menghadirkan suasana layaknya sebuah desa pesisir yang hidup. Sira Village berada di tepian perairan Benoa, Denpasar, dengan panorama matahari terbenam pada sore hari.
“Bali kini memiliki destinasi baru yang memadukan belanja, kuliner, seni, budaya, dan pesona matahari terbenam dalam satu pengalaman,” jelasnya.
Tantowi mengatakan, konsep grand outlet mall itu mengutamakan produk lokal, hemat energi dan menggunakan material daur ulang. Ke depan, setelah beroperasi secara penuh, perbelanjaan moderen itu akan menyerap 1.000 tenaga kerja.
“Penggunaan energi sangat efisien di sini, yang pakai AC kan cuma toko, yang lain, restoran pun outdoor. Di area publik ini pun tidak ada elektrisiti, itu jadi komitmen kita,” jelasnya.
Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Edwin Manangsang mengatakan, total ada 25 KEK di Indonesia. KEK Kura Kura Bali menjadi salah satu dari tujuh KEK unggulan.
“Ini sangat mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali. Pengembangan KEK ini kita akan mendorong dukungan terhadap ekonomi lokal maupun nasional. Saat ini KEK secara nasional telah mengumpulkan investasi sebanyak Rp353 triliun dan membuka lapangan kerja 280 ribu orang,” kata Edwin. (Way)





