KORANJURI.COM – Bali dinilai menjadi opsi yang tepat sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional. Pulau Dewata selama ini telah membangun aksesibilitas yang memadai untuk industri pariwisata, yang juga mendukung aktifitas bisnis global.
Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Bali Achris Sarwani mengatakan, Bali menjadi pusat aktifitas Leisure untuk wisatawan mancanegara.
“Di Bali sudah sudah terbentuk pariwisata leisure jika ditambahkan dengan bisnis maka jadi bleisure, lebih enak kan,” kata Achris di Denpasar, Jumat, 31 Juli 2026.
Rencana PFI berlokasi di Bali menurutnya akan lebih mudah diimplementasikan. Destinasi wisata global ini punya kelebihan untuk ditawarkan.
PFI diharapkan bukan hanya sebagai portofolio di sektor keuangan tapi juga berkembang ke forum direct investemen, ke sektor riil.
“Bali butuh sekali pengembangan ke arah riil. Kita tahu Bali selatan sudah sangat krodit, kita berharap investor PFI bisa kita ajak ke wilayah utara Bali,” jelas Achris.
Investasi yang dibutuhkan tidak harus di sektor pariwisata tapi sektor lain seperti infrastruktur yang membutuhkan pendanaan yang cukup besar.
Saat ini pemerintah tengah menggodok RUU Pusat Finansial Indonesia untuk diundangkan. Achris mengatakan, PFI merupakan ekosistem yang berdiri atas ketentuan internasional.
“Di situ ada undang undangnya sendiri, ketentuan hukumnya, bagaimana transaksi diatur, bagaimana hubungan bisnis diatur, yang memang itu berlaku sesuai dengan international finance center di seluruh dunia,” jelasnya.
“Tempatnya selain di Jakarta, pemerintah menyiapkan di Bali,” tambah Achris.
Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Edwin Manangsang memastikan Bali akan punya satu Kawasan Ekonomi Khusus lagi.
“Ya itu tadi international financial center,” ujar Edwin.
Saat ini, di seluruh Indonesia ada 25 KEK dan KEK Kura Kura yang ada di Bali menjadi salah satu unggulan dari tujuh yang ada secara nasional.
Total nilai investasi dari kawasan ekonomi khusus mencapai Rp353 triliun dan membuka lapangan kerja sebanyak 280 ribu orang
“Ini sangat mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali. Pengembangan KEK ini akan mendorong dukungan terhadap ekonomi lokal maupun nasional,” jelas Edwin. (Way)





