WNA dari 27 Negara Terjaring Operasi Dharma Dewata Imigrasi Bali, 66 Orang Terkena Sanksi

oleh
Patroli Dharma Dewata - Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Sepekan patroli Dharma Dewata Kanwil Dirjen Imigrasi Bali, berhasil menjaring 66 warga asing dari 27 negara.

Puluhan orang asing yang terjaring didominasi oleh penyalahgunaan izin tinggal sebanyak 24 WNA, 20 orang overstay dan 22 orang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna mengatakan, patroli dilakukan di wilayah Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Denpasar, Singaraja, Klungkung dan Tabanan.

“Patroli ini bukan hanya untuk memperketat pengawasan, tapi juga respon cepat terhadap berbagai potensi gangguan ketertiban umum untuk menekan pelanggaran WNA,” kata Felucia, Selasa, 11 Agustus 2026.

Untuk mendeteksi pelanggaran yang ada, petugas memanfaatkan sistem data digital terintegrasi. Sistem itu memvalidasi dokumen secara efisien.

Selanjutnya, petugas menyambangi pelaku usaha dan pengelola penginapan untuk mengedukasi kewajiban pelaporan melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

“Pengawasan berbasis digital terbukti efektif mendeteksi potensi pelanggaran lebih cepat, dan tepat. Sehingga, akan membatasi ruang gerak orang asing yang bermaksud melanggar aturan,” ujar Felucia.

Operasi yang dilakukan, kata Felucia, menekankan pada cara kerja profesional dan menghindari penyalahgunaan wewenang. Pengawasan dilakukan secara humanis. Tapi, tetap tegas dan terukur sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Satgas Patroli Dharma Dewata menurutnya, terus bergerak untuk mewujudkan stabilitas keamanan di Pulau Dewata.

“Sinergi kolaborasi antar instansi dan peran masyarakat akan memberikan kontribusi dan berdampak dalam pelaksanaan penegakan hukum keimigrasian,” jelasnya.

Dirinya mengimbau, untuk melaporkan WNA yang mengganggu ketertiban atau ada indikasi melanggar hukum.

“Silakan laporkan kepada kantor imigrasi terdekat. Ini sejalan dengan semangat Imigrasi untuk rakyat, kami hadir bersama masyarakat untuk menjaga kedaulatan dan ketenteraman lingkungan kita,” kata Felucia. (Way)