KORANJURI.COM – Kompetisi tahunan Serangan Board Riders Challenge digelar di pantai Serangan Bali, Minggu (26/4/2026).
Event tahunan ini digagas oleh komunitas peselancar Desa Serangan dan sudah tiga kali mendapatkan dukungan dari BTID selaku pengelola KEK Kura Kura Bali.
Lebih dari 150 peserta dari lintas usia terlibat dalam kompetisi. Kategori yang dilombakan antara lain, kelas junior under 18, Longboard Woman and Man, serta Shortboard Woman and Man.
Ketua Panitia Serangan Board Riders Challenge Komang Indra mengatakan, kompetisi yang digelar menjadi upaya untuk menjaring bibit atlet selancar baru. Sehingga, mereka punya skill dan pengalaman untuk menembus tingkat dunia.
“Kami berkomitmen untuk mencetak atlet muda yang serius dan profesional. Kompetisi ini, menunjukkan bahwa Serangan memiliki potensi besar, dari sisi kualitas ombak maupun talenta atlet yang mumpuni,” ujar Komang.
Pembinaan dilakukan kepada generasi muda berusia 10 hingga 18 tahun, yang berasal dari sekolah-sekolah di sekitar Pulau Serangan.
Indra mengatakan, pihaknya ingin memastikan kemunculan atlet-atlet selancar baru dari Desa Serangan di masa depan.
Serangan Board Riders Challenge juga diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti India, Korea, Jepang dan negara lainnya. Hal itu sekaligus menunjukkan kompetisi akan melahirkan persahabatan dan memperluas jaringan sesama peselancar.
Dukungan fasilitas dari PT Bali Turtle Island Development turut diapresiasi oleh atlet peselancar nasional asal Serangan I Made Pajar Aryana.
Pemuda kelahiran 2005 asal Desa Serangan ini telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang dunia, seperti Asian Surfing Championship di Maladewa, WSL Manokwari Pro, hingga Kejuaraan Dunia Junior WSL di Filipina.
Atlet nasional yang tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di Asian Games Jepang tersebut menilai, ketersediaan venue yang representatif sangat krusial bagi persiapan atlet.
“Tentunya saya sangat senang Kura Kura Bali sudah mendukung event ini. Bukan hanya saat event ini saja tapi juga sejak saya berlatih, hingga persiapan untuk kompetisi berikutnya,” kata Pajar.
Semangat yang sama juga dirasakan oleh Ketua Harian Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Denpasar Wayan Maydy Pradana Putra.
“Gelaran kompetisi di Pantai Serangan ini sangat sesuai karena ombaknya konsisten. Semoga ke depannya kita bisa kembali bersinergi dengan BTID untuk membuat gelaran seri kualifikasi,” kata Maydy.
Sementara, Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali Zefri Alfaruqy menyatakan dukungannya terhadap Serangan Board Riders.
Kolaborasi yang terus dibina oleh perusahaan dapat memberikan peluang bakat di bidang surfing dari Desa Serangan.
Ia menilai, kekuatan utama Pantai Serangan justru terletak pada semangat komunitas dan para peselancar mudanya.
“Kami bangga dapat terus mendukung komunitas Serangan Board Riders. Kami berharap komunitas ini dapat terus berkembang sebagai wadah untuk mencetak talenta-talenta berbakat, mulai dari level lokal hingga ke kancah global,” ujar Zefri.
Sinergi antara komunitas dan pengelola kawasan ini menjadi bukti, Pantai Serangan bukan sekadar destinasi selancar kelas dunia. Tapi, wadah untuk generasi muda yang membawa nama Desa Serangan ke panggung global.
Kolaborasi ini kerap menunjukkan hubungan harmonis yang terjalin erat antara KEK Kura Kura Bali dengan pemuda Desa Serangan.
“Serangan membuktikan kalau ombak tak hanya bisa menciptakan gelombang di laut, tapi juga membawa harapan dan cita-cita besar dari Desa Serangan untuk dunia,” kata Zefri. (*/Way)






