KORANJURI.COM – Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali membuka layanan penukaran uang di 43 titik wilayah di Bali. Layanan dibuka mulai 13 Februari hingga 13 Maret 2026.
Kick off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 secara serentak digelar Kamis, 19 Februari 2026. Di bulan Maret akan ada dua hari raya besar yang berlangsung di Bali yakni, Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.
Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan, kebutuhan uang kartal di Bali tahun 2026 meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah uang kartal yang disediakan sebesar Rp3,3 triliun, berupa uang pecahan besar Rp3,1 triliun dan uang pecahan kecil sebesar Rp236 miliar.
“Kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat dengan kualitas baik dan cukup,” kata Erwin.
Kuota penukaran tahun ini disediakan sebanyak 22.826 paket uang, yang terdiri dari pecahan Rp1.000 hingga Rp50.000. Masyarakat dapat menukarkan maksimal Rp5,3 juta per orang untuk berbagai pecahan.
Penukaran uang secara mobile dilayani melalui kas keliling ditambah 169 layanan penukaran dengan melibatkan 12 bank di berbagai wilayah di Bali.
“Peningkatan jumlah uang yang kami sediakan tahun ini dengan melihat kondisi ekonomi di Bali yang pertumbuhannya meningkat,” kata Erwin.
Sementara, saat kick off SERAMBI 2026 di Monumen Bajra Sandhi, Renon, masyarakat terlihat sudah antre sejak pagi untuk menukarkan uangnya. Jumlah antrean mencapai 500 orang.
Uun, salah satu warga asal Sesetan, Denpasar mengungkapkan, dirinya harus rela menunggu hingga dua jam. Tapi, usahanya membuahkan hasil. Mengingat, dirinya sudah mendapatkan antrean melalui aplikasi Pintar Bank Indonesia.
“Tahun ini kalau lewat aplikasi dapat nomer antreannya lama tapi pasti dapat. Kalau tahun lalu, giliran dapat antrean, uangnya sudah habis, sudah tidak kebagian,” kata Uun. (Way)






