KORANJURI.COM – Pengelola Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, akan menutup sementara operasional wisata pada Minggu, 6 September 2026. Penutupan dilakukan bertepatan dengan Upacara Melasti.
Upacara tersebut bagian dari rangkaian Karya Mamungkah Agung, Ngenteg Linggih lan Mupuk Pedagingan di Pura Dalem Pelapuan Desa Adat Penglipuran.
Kelian Desa Adat Penglipuran I Wayan Budiarta mengatakan, seluruh rangkaian upacara merupakan kegiatan keagamaan yang sakral dan melibatkan partisipasi penuh krama Desa Adat Penglipuran.
“Karya yang dilaksanakan merupakan bagian penting tradisi dan budaya dalam menjaga keseimbangan spiritual dan kelestarian adat yang diwariskan secara turun-temurun,” kata Budiarta, Selasa, 1 September 2026.
Penutupan sementara itu meliputi, operasional Desa Wisata Penglipuran, kawasan Konservasi Hutan Bambu, serta Bamboo Café Penglipuran.
Menurut Budiarta, sebagai desa wisata berbasis budaya, Penglipuran menjunjung tinggi prinsip pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual. Nilai tradisi itu merupakan pondasi utama dalam pengelolaan destinasi wisata.
Penutupan sementara desa wisata itu juga untuk menjaga kekhidmatan prosesi keagamaan sebagai bagian dari identitas desa adat.
Operasional Ditutup Sehari
Ketua Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) I Wayan Sumiarsa mengatakan, permakluman itu disampaikan kepada seluruh wisatawan, pelaku industri pariwisata, biro perjalanan wisata, mitra usaha, dan masyarakat.
Sumiarsa mengatakan, kebijakan itu bagian dari komitmen desa dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata, kehidupan adat, dan nilai-nilai spiritual di masyarakat.
BUPDA Penglipuran mengimbau kepada seluruh wisatawan, pelaku industri pariwisata, biro perjalanan wisata, mitra usaha, dan masyarakat untuk menyesuaikan jadwal kunjungan pada Senin, 7 September 2026.
“Operasional akan kembali dibuka pada Senin, 7 September 2026 untuk seluruhnya,” ujar Sumiarsa.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penutupan sementara ini. Atas pengertian dan dukungan seluruh pihak dalam menghormati pelaksanaan tradisi adat, kami mengucapkan terima kasih,” tambahnya. (Way)





