The Dream Team SMPN 26 Purworejo, Terus Menempa Diri di Masa Pandemi

    


Tim sepakbola SMPN 26 Purworejo, The Dream Team terus menempa diri di masa pandemi, dengan bimbingan pelatih Angga Putrawan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Meski dalam masa pandemi, tak menyurutkan semangat para siswa SMP Negeri 26 yang tergabung dalam tim sepakbola “The Dream Team”, untuk tetap menjaga kebugaran, imunitas dan menempa diri untuk meraih mimpi. Impian menjadi kampiun dalam kegiatan POPDA tingkat kabupaten terus disiapkan.

Pada awal tahun 2021 ada kabar gembira bahwa kegiatan POPDA akan segera dilaksanakan, technical meetingpun sudah digelar.

“Namun kabar itu tidak berlangsung lama, sudah disusul kabar baru, bahwa kegiatan POPDA tahun 2021 ditunda untuk waktu yang belum dapat ditentukan,” ujar Kepala Sekolah SMPN 26 Purworejo, Kusnan Kadari, M.Pd, Selasa (23/02/2021).

Sempat kecewa, namun keadaan ini tidak menyurutkan The Dream Team untuk tetap berlatih dan tryout dalam rangka menguji kemampuan dan skill anggota team secara individual dan kekompakan kerjasama team.

Dari penuturan Kusnan, dalam uji coba team dengan sekolah lain, ternyata hasilnya luar biasa. The Dream Team belum pernah mengalami kekalahan, walaupun menghadapi team-team kuat yang pernah jadi juara, maupun dari kota yang pemainnya banyak yang mengikuti SSB (Sekolah Sepak Bola).

“Tim sepakbola kita pernah mengalahkan SMPN 1 Purworejo dengan skor 4-0, mengalahkan SMPN 33 Purworejo dengan skor 5-1, mengalahkan SMPN 4 Purworejo dengan skor 2-1, dan mengalahkan SMPN 31 Purworejo dengan skor 2-0,” terang Kusnan bangga.

Progres hasil latihan, membuat team SMPN 26 harus terus berlatih dan berlatih, terutama untuk saat shooting ke gawang lawan yang belum maksimal. Penilaian itu, kata Kusnan, pernah disampaikan coach The Dream Team, Angga Putrawan KS.Pd.

“Kita berharap, apa yang telah disiapkan dan diberikan oleh sekolah pada The Dream Team dapat menjadi bekal pada para siswa untuk tahapan berikutnya di even-even di luar POPDA,” kata Kusnan.

Lebih jauh Kusnan mengatakan, Pandemi Covid 19 sudah berlangsung selama satu tahun. Dampaknya, hampir di semua segi kehidupan terpengaruh. Dalam dunia pendidikanpun sangat terasa pengaruhnya,

Kegiatan Belajar Mengajar dari tatap muka berganti dengan pembelajaran secara online atau secara daring.

Perubahan model pembelajaran ini, kata Kusnan, menjadikan banyak guru, siswa, dan orangtua yang gagap. Belum lagi dituntut dengan pembiasaan baru dalam berinteraksi dengan orang lain, yang harus menjalani prokes ketat.

“Belajar Dari Rumah (BDR), WFH (Work From Home), PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), pembelajaran secara virtual dan masih banyak lagi istilah yang membingungkan masyarakat awam,” ujar Kusnan.

Hal ini, menurut Kusnan, menjadikan harapan orang tua dan guru untuk menanamkan pembelajaran karakter pada siswa, banyak terhambat. Dan situasi ini, tidak tahu kapan akan berakhir.

“Kita berharap situasi normal kembali,” pungkas Kusnan. (Jon)