Setelah 4 Tahun Beroperasi, Bus Merah Trans Metro Dewata Akhirnya Dikandangkan

oleh
Bus Trans Metro Dewata - foto: FB Trans Metro Dewata

KORANJURI.COM – Pemerintah Pusat mengambil keputusan untuk menghentikan operasional bus Trans Metro Dewata mulai 1 Januari 2025. Angkutan publik berbasis aplikasi ‘Teman Bus’ itu baru 4 tahun beroperasi di Bali.

105 bus Trans Metro Dewata yang sudah tidak lagi beroperasi itu dikandangkan di Terminal Ubung, Denpasar dan sebagian terparkir di Central Parkir, Kuta.

Sebelumnya, muncul petisi yang dibuat oleh Dyah Rooslina yang mendukung operasional Trans Metro Dewata. Petisi yang dibuat pada 29 Desember 2024 itu berhasil 7.272 tandatangan dari target 7.500 hingga Rabu, 1 Januari 2025.

Dalam petisi itu, Dyah Rooslina menyebut, para pengguna layanan publik Trans Metro Dewata sangat keberatan jika pada tahun 2025 operasional bus Trans Metro Dewata dihentikan.

Ia memberikan alasan, Tidak semua warga memiliki kendaraan bermotor. Tidak semua wisatawan punya uang berlebih untuk sewa kendaraan saat berwisata di Bali.

“Anak sekolah masih sangat membutuhkan bus ini daripada harus mengendarai motor, apalagi jika belum cukup umur, yang artinya menempatkan mereka dalam bahaya lakalantas,” tulis Dyah Rooslina dalam petisi berjudul ‘Lanjutkan Operasional Bus Trans Metro Dewata Sebagai Transportasi Publik di Bali’.

Bus berkelir merah itu resmi beroperasi di Bali pada 7 September 2020. Sudah empat tahun mengaspal di jalanan Bali, sebelum akhirnya dikandangkan. Denpasar menjadi kota ketiga peresmian transportasi umum ‘Teman Bus’ setelah Kota Solo dan Palembang.

Operasional Trans Sarbagita disediakan melalui anggaran Kementerian Perhubungan. Peresmian dilakukan oleh Wayan Koster yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali, bersama Budi Setiyadi yang saat itu juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

Indikator kemajuan sebuah kota atau negara, salah satunya diukur dari ketergantungan warganya terhadap transportasi umum. (Way)