Satpol PP Gianyar Jatuhkan SP-3 Pabrik Tahu yang Cemari Lingkungan

    


Pelaksanaan inspeksi mendadak (Sidak) di pabrik tahu yang ada di Wilayah Kelurahan Bitera, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Senin (5/10/2020) - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Inspeksi Mendadak (Sidak) kembali dilakukan pada pabrik tahu di Kelurahan Bitera, Kabupaten Gianyar, Senin (5/10/2020). Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebelumnya telah memberikan tanda penyegelan terhadap pabrik tahu tersebut.

Saat ini, pemilik pabrik pun kembali meminta toleransi agar diberikan waktu untuk memindahkan barang-barang yang ada.

Purnomo, pemilik pabrik mengaku yang mengeluarkan bau bukanlah limbah dari pabrik tahunya, melainkan pabrik tahu yang lain. Namun masih berada di dekat lokasi. Selain itu, ia sendiri telah membuat septictank untuk limbah.

“Limbah saya tidak bau pak, karena yang mengalir khusus airnya saja,” kata Purnomo.

Sementara, sejak pabriknya diberi tanda penyegelan oleh petugas, Purnomo mengaku telah siap dengan tempat baru. Namun untuk pindah ia menjelaskan tidak segampang yang diperkirakan. Selain barang-barang yang dipindahkan, ia juga perlu mengarahkan pelanggannya.

“Kalau bisa saya minta waktu, dari kemarin tempat sudah siap. Saya taati aturan, saya lama di sini saya mau nyari nafkah, saya hanya minta tempo biar pelanggan mengetahui tempat yang baru,” ujarnya.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Gianyar, I Made Watha menyampaikan, sejak 2 Oktober kemarin usaha tersebut dikatakan sudah tutup. Hanya saja pihaknya masih memberikan toleransi waktu untuk kemas-kemas dan memindahkan barangnya.

“Yang bersangkutan masih kita berikan toleransi untuk kemas-kemas mengambil atau memindahkan barang-barang,” jelas Watha.

Dalam kesempatan itu, Watha mengatakan, beberapa perijinan tidak diindahkan dalam aspek pencemaran lingkungan. Sehingga ijin dicabut oleh camat setempat.

“Izinnya dicabut oleh camat, karena sebelumnya yang bersangkutan sudah diberikan SP 1, 2 dan 3. Sehingga tanggal 2 Oktober ini SP 3, kita menindaklanjuti hal tersebut dan yang bersangkutan sudah harus mengosongkan tempat itu, lebih cepat lebih bagus,” kata Watha. (ning)