Rocky Gerung Vs Sentul City, Kementerian ATR/BPN: Eksekusi Hanya Boleh Dilakukan oleh Pengadilan

    


Ist

KORANJURI.COM – Juru Bicara Kementerian ATR/BPN Teuku Taufiqulhadi menanggapi kasus sengketa lahan antara pengamat politik Rocky Gerung dan PT Sentul City Minggu (12/09/2021).

Menurut Taufiqulhadi, Kementerian ATR/BPN akan mengkaji terlebih dahulu terkait permasalahan sengketa tersebut. Untuk kedua kasus tersebut, Kementerian ATR/BPN akan melihat terlebih koordinator lahan sengketa.

“Apakah titik koordinatnya tumpang tindih di lahan yang diklaim oleh kedua belah pihak atau tidak,” kata Taufiqulhadi.

Keseluruhan dokumen Hak Guna Bangunan (HGB), baik data fisik maupun data yuridis juga harus dilakukan pengecekan. Termasuk, dokumen yang juga dimiliki oleh seluruh masyarakat yang berada di wilayah sengketa, yang salah satunya Rocky Gerung.

Menurut Teuku Taufiqulhadi, dua hal yang perlu diperhatikan dalam aturan main soal kepemilikan tanah yakni, mengantongi bukti kepemilikan berupa surat atau sertipikat tanah dan penguasaan secara fisik.

Jika dalam kasus ini PT Sentul City mengklaim sebagai pemegang sertifikat HGB, maka perusahaan harus meminta ke pengadilan untuk mengosongkan tanah sengketa terlebih dahulu.

“Eksekusi tidak bisa dilakukan secara sepihak, nantinya pengadilan yang akan mengeksekusi. Tidak bisa dilakukan paksa dengan mengarahkan Satpol PP ataupun preman,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk menghindari kasus sengketa lahan ketika akan membeli tanah.

“Di beberapa wilayah memang banyak permasalahan sengketa yang melibatkan mafia tanah dan tiba-tiba tanah sudah berpindah tangan ke pihak lain, maka di sini masyarakat harus lebih selektif lagi dalam membeli tanah,” ujarnya.

Adu klaim kepemilikan terjadi antara salah satu warga yaitu Rocky Gerung dengan PT Sentul City Tbk. atas lahan yang berlokasi di Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

PT Sentul City Tbk., mengeklaim sebagai pemegang hak yang sah atas bidang tanah bersertipikat tersebut yang saat ini ditempati oleh Rocky Gerung.

Sedangkan, Rocky membantah menyerobot tanah Sentul City karena telah membeli tanah dan bangunan di lokasi itu secara sah dan dicatat lembaga negara di tahun 2009. (Bob)