KORANJURI.COM – Partai Demokrat menggelar upaya konservasi dengan melepas 300 ekor tukik di Pantai Lembeng, Gianyar, Bali. Ratusan kader juga melakukan aksi bersih sampah di sepanjang pantai berpasir hitam itu.
Ratusan tukik berusia enam hari ramai-ramai dilepas saat ombak menepi ke pinggir pantai. Mereka merayap menuju laut dan tenggelam bersama ombak yang menggulung.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali I Made Mudarta mengatakan, tukik yang dilepaa diharapkan mampu bertahan di habitat alaminya setelah dilepasliarkan.
“Penyu ini satwa laut yang unik dan punya keterikatan yang kuat dengan lokasi asalnya. Kita berharap, tukik-tukik ini akan menjadi penyu dan kembali ke lokasi dilepas di pantai Lembeng, untuk bertelur,” kata Mudarta di Gianyar, Bali, Jumat, 7 Agustus 2026.
Penyu dalam filosofi Bali disebut sebagai Bedawang Nala maka wajib hukumnya dijaga.
“Maka kita kembalikan ke habitatnya, kita lepas dengan iringan doa agar penyu-penyu ini tumbuh dan berkembang biak di habitat alaminya,” ujarnya.
Pelepasan ratusan tukik itu digelar dalam rangkaian menuju ulang tahun perak Partai Demokrat yang jatuh setiap bulan September. Made Mudarta mengatakan, aksi peduli lingkungan itu digelar di seluruh Bali secara roadshow.
Sebelumnya, kegiatan dilakukan di Danau Batur, Kintamani, Bangli dengan melepas ribuan ekor bibit ikan mujair. Kemudian, aksi bergeser ke danau Beratan dan Buyan di Kabupaten Tabanan serta Buleleng.
Pemilihan Pantai Lembeng sebagai titik pelepasan tukik didasarkan pada upaya menghidupkan dampak ekonomi berganda di pantai berpasir hitam itu.
“Pantai Lembeng ini paling dekat dengan Sanur yang sekarang jadi destinasi unggulan. Kita berharap, setelah Sanur akan bergeser ke Pantai Lembeng sehingga ekonominya akan hidup,” kata Mudarta.
Usai pelepasan tukik, 250 kader Partai Demokrat yang hadir menyusuri pantai untuk membersihkan sampah. Aksi lingkungan itu akan berlanjut di Kabupaten Jembrana, Klungkung dan Karangasem, pada pekan berikutnya. (Way)





