Mudik Nyaman! H-10 Lebaran, Jalur Nasional Purworejo-Kebumen Ditargetkan ‘Zero Lubang’

oleh
Pekerja dari PPK 2.5 tengah melakukan pekerjaan perbaikan jalan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kabar gembira bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan mudik melintasi jalur selatan Jawa. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat melakukan akselerasi perbaikan jalan nasional di wilayah Purworejo hingga Kebumen. Targetnya H-10 Lebaran, seluruh jalur harus bebas dari lubang (zero lubang).

Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.5 dari Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II Jateng Suwarno, S.T., mengungkapkan bahwa saat ini timnya tengah bekerja ekstra keras untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan menjelang lonjakan arus mudik.

Untuk wilayah Purworejo, Suwarno menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan tiga tim yang disebar di titik-titik krusial.

Pada segmen Perbatasan DIY, fokus pada pintu masuk kendaraan dari arah timur. Daerah Cengkawak, dengan penanganan intensif di area yang rawan kerusakan serta di lingkar selatan Purworejo, memastikan jalur alternatif dan utama dalam kondisi prima.

“Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi kemarin memang sempat memicu munculnya lubang-lubang baru. Namun, kami terus kondisikan agar saat lebaran nanti, pengendara bisa melintas dengan aman,” ujar Suwarno saat ditemui di lokasi pengerjaan, Selasa (03/03/2026).

Bergeser ke wilayah Kebumen, intensitas pekerjaan justru lebih tinggi. Sebanyak empat tim dikerahkan untuk menyisir jalan nasional mulai dari Gombong hingga perbatasan Banyumas (Jembatan Ijo).

Di Kebumen, titik fokus di kota Gombong, daerah Wero, Karanganyar (Barat Sangkalputung), hingga Purwowangi.

Salah satu yang menarik dari perbaikan tahun ini adalah penggunaan aspal berkualitas tinggi jenis AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course). Jenis aspal ini merupakan lapisan paling atas yang dirancang khusus untuk memberikan tekstur halus namun tetap memiliki daya cengkeram yang kuat.

“Untuk area yang kerusakannya cukup dalam, kami gunakan dua lapis. Tapi rata-rata di wilayah kami hanya perlu satu lapis aspal panas (hotmix) jenis AC-WC ini untuk menutup lubang secara permanen,” tambah Suwarno.

Meski menargetkan zero lubang pada H-10, Suwarno menegaskan bahwa pekerjaan tidak berhenti di situ. Pihaknya telah menyiapkan tim siaga darurat yang akan tetap memantau kondisi jalan hingga hari H lebaran.

“Jika nanti muncul lubang baru akibat beban kendaraan atau cuaca, tim siaga kami akan langsung turun menutupnya. Kami tidak akan membiarkan ada lubang yang membahayakan pemudik,” tegasnya. (Jon)