Mendobrak Belenggu Budaya Patriarki, SheHacks Muncul Rambah Isu Multisektoral

    


Tahapan Mentoring SheHacks 2021: Lebih dari 1.000 perempuan mengikuti penajaman solusi dan persiapan penjurian terakhir - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Program SheHacks 2021 yang memenangkan tiga proposal akhirnya resmi ditutup. Penutupan dibarengi dengan kegiatan lanjutan bertajuk ‘Shop-for-a-Cause’ sekaligus sebagai program pamungkas SheHacks di tahun 2021.

Shop-for-a-Cause adalah kolaborasi pemberdayaan perempuan di bidang kesehatan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk donasi kepada Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) dengan menggandeng brand fashion wanita Rubylicious.

“SheHacks 2021 membentuk kolaborasi untuk mendorong perempuan Indonesia membantu perempuan lain melawan kanker serviks,” kata SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Steve Saerang, Senin, 11 Oktober 2021.

Steve mengatakan, donasi dilakukan dengan membeli barang berwarna pink di situs resmi Rubylicious atau toko offline. Dari pembelian itu, nilai 10% secara otomatis dikonversi untuk donasi.

“Inisiatif tersebut langsung mendapat banyak dukungan dan lebih dari 1.300 item berhasil terjual,” kata Steve.

Donasi yang terkumpul dialokasikan kepada KICKS, untuk mendukung pasien kanker serviks yang menginap di shelter Cancer Information & Support Center (CISC).

Data statistik Globocan 2020 mencatat, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia mencapai 24,4%, dengan angka kematian 14,4%. Di tahun 2020, tercatat ada 36.633 kasus kanker serviks baru.

Mencermati kondisi itu, Steve mengatakan, kolaborasi aksi sosial ‘Shop-for-a-Cause’ ini dilakukan untuk mendorong perempuan Indonesia dalam mengambil bagian pemberdayaan perempuan lain.

SheHacks 2021 hadir dengan tujuan sederhana yakni, memberdayakan lebih banyak perempuan di bidang teknologi. Perempuan teruji dalam setiap jaman sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar dari lingkup terkecil di lingkungan keluarga, hingga tingkat global.

Namun pada kenyataannya, perempuan masih dipandang sebagai ‘kelas kedua’ dalam segala lini kehidupan. Steve menambahkan, perempuan memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki dalam meningkatkan peran mereka untuk kehidupannya sendiri, keluarga maupun orang lain.

“Kami akan berkolaborasi lebih lanjut dengan merek atau organisasi lain untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mengatasi tantangan yang muncul yang kita hadapi saat ini,” jelas Steve.

Sementara, CEO Rubylicious Helena Ruby mengungkapkan, kolaborasi tersebut menjadi inspirasi dalam memberikan manfaat melalui platform digital. Akses teknologi informasi yang semakin mudah, kata Helena, memberikan banyak manfaat untuk kaum perempuan di masa mendatang.

“Kolaborasi ini memungkinkan pelanggan kami untuk berdonasi secara otomatis dari setiap item berwarna pink yang dibeli di Rubylicious,” terang Helena.

Kerjasama antar lembaga dan individu dalam melawan kanker serviks sarat dengan nilai gotong royong.

Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) dan Penggagas KICKS Aryanthi Baramuli mengatakan, inisiatif itu menjadi media dalam menyadarkan adanya resiko ancaman kanker serviks yang relatif tinggi di kalangan perempuan Indonesia.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menyebarkan kesadaran tentang risiko kanker serviks yang relatif tinggi di kalangan perempuan,” harap Aryanthi.

Sukses Berdayakan 1.500 Perempuan Indonesia

SheHacks diluncurkan pada Juni 2021. Program ini berhasil memberdayakan sebanyak 1.500 perempuan Indonesia. Total dokumen yang diterima sebanyak 477 proposal dengan solusi permasalahannya. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya dengan total 95 peserta dan 30 proposal yang dikumpulkan.

Ketiga proposal pemenang SheHacks 2021 adalah, Tim Wegrow dengan proposal ‘Wegrow (Green Living Platform)’, Triasih dengan proposal ‘Ruang Tengah’ dan Troopers dengan proposal ‘Wifood, Save It Don’t Waste It’.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mendukung upaya Indosat Ooredoo dalam membangun isu positif terkait perempuan di Indonesia.

Menteri asal Bali itu mengatakan, pemberdayaan perempuan menjadi solusi dalam upaya mengurangi jurang kesenjangan gender dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Menurut Bintang, pemberdayaan perempuan merupakan isu yang kompleks dan multisektoral.

“Semoga program ini memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan perempuan di Indonesia,” kata Bintang Puspayoga. (Way)