Koster Minta Regulasi SNI Tak Matikan Potensi Garam Lokal Bali

oleh
Petambak garam tradisional Bali - foto: Ist

KORANJURI.COM – Potensi laut Bali bukan hanya perikanan saja tapi juga produksi garam lokal yang diproduksi oleh para petambak garam di Desa Les, Tejakula, Buleleng dan Desa Tianyar, Kubu, Karangasem, serta Desa Kusamba.

Gubernur Wayan Koster mengatakan, Bali punya garis pantai sepanjang 630 km persegi dengan luas wilayah laut 9.000 km persegi. Potensi perikanan mencakup, tuna, tongkol, udang hingga kerapu.

BERITA TERKAIT
Obrolan Petambak Garam Bali dengan Gubernur, Butuh Dukungan Palung untuk Jaga Cita Rasa

“Di sejumlah kawasan pesisir juga terkenal sebagai penghasil garam,” kata Koster di Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI), Kampus Universitas Udayana, Jimbaran, Selasa, 19 Mei 2026.

Hanya saja, garam lokal Bali yang diproses secara tradisional kesulitan menembus pasar ritel modern. Garam lokal itu disebut kurang mengandung yodium sehingga tidak dapat dilabel Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Ini agak lucu, katanya garam trandisional Bali kadar yodiumnya kurang dari 20, saya sudah sempat komunikasikan ini dengan BPOM,” kata Koster.

“Potensi besar tapi justru tidak dimanfaatkan dan kita malah impor,” tambahnya.

Garam Bali yang diolah dengan cara tradisional menurutnya, punya rasa dan kandungan yang bagus. Bahkan, menembus pasar ekspor untuk kebutuhan hotel dan restoran.

Potensi garam Bali itu dilihat sebagai peluang besar. Langkah pemerintah Bali melindungi keberadaan garam tradisional dengan mematenkan Indikasi Geografis (IG).

“Ini perlu mendapat perhatian agar regulasi pemerintah tidak kontraproduktif dengan upaya pemanfaatan potensi laut yang sebenarnya begitu besar,” jelasnya.

Pemanfaatan garam lokal Bali dikuatkan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 tentang pemanfaatan produk garam tradisional lokal Bali.

FKPTPKI merupakan wadah pengembangan Perguruan Tinggi yang memiliki prodi kelautan dan perikanan. Forum itu dimulai dari pertemuan kecil tahun 2024 dalam bentuk paguyuban. (Way)