Kadiskes: Pasien Meninggal karena Komorbid Lebih Tinggi

    


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, tingginya kasus terkonfirmasi covid-19 dipicu tes yang cukup masif. Petugas melakukan tracing kontak erat dengan orang yang diketahui terpapar covid-19.

“Tambahan positif dari tracing kontak,” kata Suarjaya, Kamis (23/7/2021).

Sementara, terkait pasien yang meninggal dunia yang mencapai 1.840 jiwa, Suarjaya menuturkan bahwa sebagian besar dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Dikatakan persentase pasien meninggal antara riwayat komorbid dengan murni covid-19 selisih kisaran 15 persen.

“Meninggal dengan riwayat komorbid sekitar 65 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait keterisian rumah sakit kata Suarjaya saat ini cukup krodit. Pasien yang membutuhkan oksigen sangat tinggi. Namun disisi lain, stok oksigen menipis.

“Ini sedang kami bahas. Kami upayakan mendatangkan oksigen dari Jawa,” ujarnya.

Sebelumnya, di hari pertama penerapan PPKM Level 3 di Bali per Rabu, 21 Juli 2021, kasus terkonfirmasi positif covid-19 mendadak meningkat drastis.

Masyarakat terpapar virus corona tembus empat digit dengan ‘angka cantik’ 1.111 orang. Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, tambahan terkonfirmasi positif itu tertinggi dari transmisi lokal.

Terdiri dari 880 orang melalui transmisi lokal, 226 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan 5 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Kabar baiknya sembuh sebanyak 658 orang dan 23 pasien meninggal dunia.

Dengan adanya tambahan tersebut, maka jumlah kasus secara kumulatif untuk terkonfirmasi positif menjadi 64.007 orang, sembuh 54.107 orang (84,53%), dan meninggal dunia 1.840 orang (2,87%). Sedangkan kasus aktif per atau pasien dalam perawatan menjadi 8.060 orang (12,59%). (Way)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas