Jelang Pilkada Purworejo, Cabup Yophi Prabowo Soroti Masalah Kemiskinan

oleh
Yophi Prabowo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Calon bupati Purworejo dari Partai Demokrat, Yophi Prabowo melihat kondisi Purworejo saat ini cukup memprihatinkan, yaitu dengan masih tingginya angka tingkat kemiskinan. Dari 35 kabupaten/kota se Jateng, Kabupaten Purworejo berada di urutan ketiga dari bawah, dengan angka kemiskinan sebesar 11,3 persen.

Angka itu, menurut Yophi, lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional yang berada diangka 8 persen dan angka kemiskinan propinsi yang berada diangka 9 persen. Kemiskinan itu tersebar secara merata di 16 kecamatan.

“Masih banyaknya kawasan merah di Purworejo, diduga karena ada suatu program yang tidak menyentuh akar rumput, yaitu kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Purworejo yang lalu,” jelas Yophi, Selasa (18/06/2024).

Selain itu angka kemiskinan juga dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat pengangguran, kurangnya lapangan pekerjaan, yang menjadikan warga Purworejo menjadi miskin.

Kedepan, kata Yophi, bersama partai koalisinya dia juga punya konsep paling tidak bisa menciptakan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, supaya ekonomi masyarakat bergeliat, bisa hidup, dikarenakan APBD Purworejo juga pas-pasan.

Menurutnya, ini menjadi tanggung jawab bersama dan kepala daerah harus ada terobosan supaya bisa mengakses bantuan-bantuan dari pusat yang bisa dibawa ke daerah, harus pro investasi, dipermudah semua perijinan selama itu memang masuk di aturan regulasi tidak melanggar aturan, dan komunikasi juga harus selalu dilakukan oleh seorang leader.

“Karena juga banyak orang-orang Purworejo yang sukses diluar kota tapi tidak mau kembali ke Purworejo, makanya bupati juga harus selalu menjalin komunikasi, supaya orang- orang sukses di luar Purworejo itu mau berinvestasi di tanah kelahiran sendiri,” ujar Ketua Partai Demokrat Purworejo ini.

Terkait calon wakil bupati yang akan mendampinginya dalam Pilkada Purworejo 2024, Yophi ingin mempunyai wakil yang sama-sama punya niatan baik untuk berjuang, untuk merubah kondisi ekonomi yang lebih baik di Kabupaten Purworejo.

Yophi juga meminta doa kepada seluruh masyarakat Purworejo supaya nantinya bisa berjuang dan selalu diberikan semangat serta kesehatan, sehingga bisa melakukan kegiatan politik sampai diakhir pemilu ini.

Bersama tiga parpol lainnya, Gerindra, PPP dan PAN, Demokrat akan membentuk koalisi besar dalam menghadapi Pilkada pada bulan November 2024 mendatang. Hal itu karena dilatarbelakangi visi dan misi serta komitmen yang sama.

“Kita masih melakukan komunikasi politik secara intens guna mencapai mufakat untuk menentukan calon wakil yang akan mendampingi saya,” kata Yophi,

Menurut Yophi, dari komunikasi ini, bahwasannya nanti dari Gerindra, PPP dan PAN memiliki hak yang sama untuk mengajukan calon wakil.

“Kita juga harus berkoordinasi supaya kita sama-sama punya semangat untuk musyawarah yang mufakat, kita pingin calon wakil yang muncul adalah dari calon yang betul-betul bisa diterima oleh masyarakat, supaya juga bisa mendongkrak suara elektabilitas dan intinya kita juga ingin maju sebagai bupati dan wakil bupati yang betul- betul bisa diterima oleh semua kalangan,” terang Yophi.

Untuk figur calon wakil yang akan mendampinginya, dari masing-masing partai saat ini sedang dilakukan koordinasi. Yophi mengaku tidak ingin gegabah untuk memutuskan siapa wakil yang akan mendampinginya.

“Kita harus banyak melakukan evaluasi dan pertimbangan supaya nantinya betul-betul muncul figur yang betul- betul bisa diterima oleh kalangan masyarakat Purworejo. Dan waktunya juga masih panjang sampai saat pendaftaran yaitu pada tanggal 27 Agustus, jadi dalam waktu dua bulan ini memang kita pilah pilih dan kita juga selalu mohon saran masukan dari para tokoh masyarakat, para ulama, semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Purworejo supaya nantinya betul- betul muncul pendamping yang bisa dicintai oleh masyarakat Purworejo, bisa diterima semua kalangan dan juga betul- betul bisa menjadi pemimpin yang punya semangat tinggi, bisa memberikan perubahan kedepan, supaya Kabupaten Purworejo bisa menjadi kabupaten yang lebih baik dan lebih maju lagi,” ucapnya.

Untuk deklarasi koalisi, lanjutnya, bila sudah terjadi kesepakatan dan mufakat, rencananya akan dilaksanakan saat mendekati pendaftaran bakal calon di KPU Purworejo nanti.

“Proses ini masih panjang kami juga harus mengevaluasi betul calon- calon yang muncul, karena kami tidak mau nantinya kami salah pilih. Jadi kami harus betul- betul bisa mendengarkan saran masukan para tokoh yang ada di Purworejo. Komunikasi kita terus ada, nyambung, silaturahmi kita bisa berjalan dengan baik, dan kita dari calon partai koalisi betul-betul punya semangat yang sama untuk memajukan Kabupaten Purworejo,” ujar Yophi.

Pihaknya, kata Yophi, juga tidak meninggalkan arahan dari pusat, arahan dari pak SBY, dari pak Prabowo, supaya bisa sinergi antara pusat, propinsi dan kabupaten. Sehingga nantinya kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan oleh pusat bisa sampai bawah, bisa nyambung, dan semua kebijakan bisa dirasakan oleh masyarakat ditingkat bawah. (Jon)

KORANJURI.com di Google News