KORANJURI.COM – Proyek preservasi jalan nasional lintas selatan yang membentang dari batas Banyumas-Kebumen hingga Purworejo–Karangnongko terus dikebut.
Mengusung skema kontrak tahun jamak (multiyears) 2025–2027 senilai Rp158 miliar, proyek strategis nasional ini digarap oleh PT Karya Adi Kencana di bawah pengawasan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah (PPK 2.5).
Penanganan infrastruktur ini dilakukan secara masif dan terbagi ke dalam 11 segmen pengerjaan yang mencakup wilayah Kabupaten Kebumen dan Purworejo.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Jateng, Suwarno, S.T., yang didampingi Pengamat Jalan dan Jembatan Tri Santoko menjelaskan, pengerjaan di lapangan dibagi secara proporsional menggunakan kombinasi struktur rigid (beton) dan aspal fleksibel guna menjamin daya tahan jalan.
“Pekerjaan fisik utama diusahakan tuntas di akhir tahun agar arus lalu lintas, khususnya saat liburan akhir tahun, sudah lancar. Meskipun secara kontrak utama perapian bahu jalan masih sampai Mei 2027,” ujar Suwarno, Kamis (03/09/2026).
Di Kabupaten Kebumen yang terbagi atas 5 segmen panjang, progres pengerjaan menunjukkan hasil positif dan hampir rampung. Sejumlah titik krusial seperti area Prembun sepanjang 2,2 km dan segmen barat Sruweng sepanjang 4,6 km telah selesai sepenuhnya.
Saat ini, tim fokus menyelesaikan sisa pengerjaan di sebelah timur Jembatan Gombong yang menyisakan finishing utama, perapian saluran, serta akses jalan masuk.
“Seluruh pekerjaan utama di Kebumen ditargetkan tuntas pada pertengahan Oktober mendatang,” ungkap Suwarno.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Purworejo yang memiliki 6 segmen, pengerjaan rigid (beton) yang baru dimulai pada 13 Agustus lalu sedang dikebut masif.
Titik pengerjaan rigid saat ini terkonsentrasi di segmen 3 di Popongan sepanjang 1.700 meter yang ditargetkan rampung pada pertengahan September.
Tahapan selanjutnya akan langsung bergeser ke segmen 1 di Krendetan, Bagelen sepanjang 2 km, dilanjutkan ke area Pendowo, dan berakhir di Bayan (barat Jembatan Dulang).
“Adapun untuk struktur aspal fleksibel di wilayah Lingkar Purworejo, Bosco hingga Rumah Sakit, serta kawasan Pakis, seluruhnya telah rampung dikerjakan,” kata Tri Santoko menambahkan.
Dengan sisa pekerjaan sekitar 8 km dari total 37 km di Purworejo yang sedang diusulkan untuk penanganan lanjutan, pihak PPK 2.5 optimistis seluruh target fisik utama dapat tercapai akhir tahun ini demi kelancaran mobilitas masyarakat. (Jon)





