Festival Nyurat Aksara Bali di KEK Kura Kura Ajak Generasi Muda Membumikan Bahasa Ibu

oleh
Workshop Nyurat Aksara Bali yang diselenggarakan PT BTID KEK Kura Kura Bali di UID Bali Campus diisi dengan kunjungan ke Abode Museum, Jumat, 27 Februari 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nyurat Aksara Bali menjadi kegiatan yang diselenggarakan KEK Kura Kura Bali dalam Bulan Bahasa Bali VIII di UID Bali Campus. 40 peserta mengikuti kegiatan workshop dalam konservasi lontar. Mereka berasal dari pelajar dan kalangan umum.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Suryana mengatakan, UNESCO telah menetapkan penggunaan bahasa ibu yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.

Bulan Bahasa Bali merupakan festival untuk membumikan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bahasa Bali bukan saja menjadi bagian dari tradisi sosial di Pulau Dewata, tapi juga mengandung ruh dalam kegiatan sehari-hari masyarakat.

“Ketika bayi lahir, untuk pertama kalinya orangtua akan melafalkan kalimat berbahasa Bali. Itulah untuk pertama kalinya anak diperkenalkan dengan Bahasa Ibu,” kata Suryana di Denpasar, Jumat, 27 Februari 2026.

Workshop penulisan aksara Bali di atas daun lontar juga memberikan pengalaman bagi peserta yang mayoritas generasi muda. Nyurat aksara Bali itu menjadi wadah kolaborasi yang menyatukan tradisi dan kebudayaan dan ruang kreatif bagi kerajinan lokal.

Peserta juga diajak melihat koleksi Abode Museum di UID Bali Campus, yang menampilkan sejumlah koleksi kuno sejak abad 12. Termasuk, lontar-lontar kuno yang akan mengungkap informasi-informasi baru tentang Bali.

Suryana mengungkapkan, koleksi benda-benda yang menjadi peralatan kehidupan masa lalu masyarakat Bali, banyak ditampilkan di Abode Museum. Salah satunya Tika, kalender tradisional Bali yang digunakan untuk menentukan hari baik.

Kalender yang terbuat dari kayu itu, sampai saat ini masih digunakan meskipun sudah jarang ditemui.

“Tapi masih digunakan sampai sekarang. Karena perkembangan yang terjadi, dan sekarang sudah ada kalender Bali, tika ini sudah jarang ditemui,” ujarnya.

Kepala Komunikasi Bali Turtle Island Development (BTID) Zefri Alfaruqy menambahkan, perayaan Bulan Bahasa Bali di KEK Kura Kura juga diisi dengan Island Bazaar, di UID Bali Campus selama dua hari.

“Bazar budaya ini menampilkan kuliner, kerajinan seperti pembuatan manik-manik, kalung dan kerajinan lainnya. Kita berharap tahun depan jangkauannya lebih luas lagi,” kata Zefri.

Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di tingkat Provinsi diikuti oleh 1.200 peserta. Berbagai lomba yang digelar secara online bukan saja diikuti oleh peserta dari Bali saja.

Namun juga diikuti oleh peserta dari wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat, DIY, hingga Sulawesi. Mereka mengikuti lomba penulisan berbahasa Bali. (Way)