KORANJURI.COM – Uang kertas palsu masih cukup banyak beredar. Meski Bank Indonesia di Bali menyebut 3.731 lembar upal yang dimusnahkan di tahun 2026 lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya.
Dari temuan uang rupiah palsu, menurut Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Bali, kualitasnya sangat rendah dan dengan mudah dapat diidentifikasi dengan metode 3D, dilihat, diraba, diterawang.
- BI Bali musnahkan 3.731 lembar uang palsu 2026, lebih sedikit dari tahun lalu.
- Kualitas upal sangat rendah, mudah dikenali dengan metode 3D: dilihat, diraba, diterawang.
- Tren uang palsu turun jadi 4 ppm, Rp50 ribu jadi uang paling aman di dunia.
Selain itu, berdasarkan data BI, jumlah temuan uang palsu menunjukkan tren yang semakin menurun. Menurut Achris, pada tahun 2023, dalam setiap sejuta uang beradar hanya ada 5 lembar uang palsu.
Di tahun 2024, jumlah uang palsu dalam hitungan piece per million menurun satu lembar atau menjadi 4 ppm pada 2024-2025.
“Hitungannya piece per million atau jumlah lembar uang palsu dalam setiap satu juta rupiah,” kata Achris saat pemusnahan upal di Polda Bali.
Menurut Achris, uang rupiah kertas sulit untuk ditiru karena material dan teknologi yang digunakan semakin maju.
“Uang rupiah kertas semakin moderen dari teknologi cetak, bahan dan unsur pengaman, jadi mudah dikenali tiap sulit dipalsukan,” jelas Achris.
Peningkatan kualitas uang rupiah juga diakui dunia. Achris mengatakan, sejumlah penghargaan uang rupiah tahun emisi (TE) 2022 menjadi seri uang terbaik atau best new banknote series.
Penghargaan itu diberikan pada ajang IACA Currency Awards 2023. Termasuk, penghargaan untuk uang rupiah kertas pecahan Rp50.000 tahun emisi 2022, yang meraih peringkat kedua dunia pada November 2022.
Pecahan rupiah Rp50.000 merupakan uang paling aman di dunia dan paling sulit dipalsukan. Ada 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers. (Way)





