BI Dorong Tabanan Lolos TPID Award 2022 melalui Program Unggulan Pertanian

    


Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho menyerahkan secara simbolis bantuan covid-19 kepada Kabupaten Tabanan yang diterima oleh Bupati Komang Gede Sanjaya, Kamis, 9 September 2021 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali mendorong Kabupaten Tabanan masuk dalam nominasi TPID Award 2022. Dalam hal ini, Bank Indonesia akan memberikan pendampingan untuk inovasi yang akan dilakukan Kabupaten Tabanan.

Kepala KPwBI Bali Trisno Nugroho mengatakan, tahun sebelumnya, Kabupaten Badung dan Bangli berhasil lolos dalam TPID berprestasi tahun 2020 Kabupaten/Kota se Jawa-Bali. Kemudian tahun 2021, TPID berprestasi diraih Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

“Untuk TPID saya sengaja kesini karena Tabanan menjadi pusat lumbung pangan di Bali, dan itu bisa dikembangkan mulai dari Perusda yang mengakomodir hasil pertanian masyarakat dengan pola lebih baik,” kata Trisno Nugroho di ruang kerja Kantor Bupati Tabanan, Kamis, 9 September 2021.

Trisno menambahkan, kriteria yang mendukung TPID Award antara lain, proses dan output. Dalam prosesnya dijabarkan, setiap rapat pembahasan pengendalian inflasi harus dihadiri oleh Bupati atau wakil bupati. Kemudian, output dari program yang ada disusun dalam sebuah risalah.

Selain itu, BI juga mendorong Kabupaten Tabanan mulai beralih menggunakan transaksi digital dengan membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Trisno melihat, ada 8 sektor perpajakan dan 18 sektor retribusi yang dapat dimulai dengan mengalihkan pembayarannya secara digital.

Pihaknya juga mengajak, kepala daerah secara masif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait e-payment. Dengan pembayaran secara digital urusan akan dimudahkan dan bisa dilakukan secara fleksibel dari mana saja.

“Harus dorong masyarakat membayar secara jaringan, kita harus sama-sama mengedukasi masyarakat untuk beralih ke digital,” kata Trisno.

Sementara, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyatakan apresiasinya atas dukungan BI terkait masukan untuk pengembangan perusahaan daerah (Perusda) yang profesional. Sanjaya juga sepakat bahwa perusda akan menjadi jembatan pemasaran dari hasil produksi para petani.

“Kami juga mengembangkan perusda yang profesional. Kami akan membuat dan mengembangkan perusda secara holding,” kata Gede Sanjaya.

Hanya saja, Sanjaya mengakui, saat ini pihaknya masih terganjal pengendalian produksi pertanian terutama di pemasaran. Sebaran produksi pertanian belum terkonsep. Sektor pangan dan pertanian memicu pertumbuhan UMKM di Kabupaten Tabanan. Sisi lemahnya, kata Sanjaya, dukungan digitalisasi belum menjadi kebiasaan untuk bertransaksi.

“75% masyarakat Tabanan adalah petani. Di masa pandemi ini, petani milenial semakin banyak namun polanya belum terkonsep,” ujar Bupati.

Dalam pertemuan itu, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan covid-19 berupa beras dan 50 tabung beserta oksigen kepada Pemkab Tabanan. (Way)