KORANJURI.COM – Aktifitas pariwisata di Bali tetap menjadi indikator utama yang memberikan suntikan keyakinan konsumen pada survei Bank Indonesia di bulan Juli 2026.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali mengalami peningkatan sebesar 126,3 atau meraih bilai indeks > 100, dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 121,5.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani menjelaskan, aktifitas ekonomi pada libur sekolah di bulan Juli 2026, juga mendongkrak persepsi masyarakat terhadap kondisi perekonomian di Bali.
“Kondisi itu sejalan dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II 2026,yang tumbuh 5,78% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan Triwulan I 2026 sebesar 5,58% (yoy),” kata Achris, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menguatnya keyakinan konsumen itu, kata Achris, menjadi sinyal positif untuk prospek konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi Bali ke depan. Daya beli masyarakat juga tetap terjaga.
Menguatnya keyakinan konsumen juga ditopang oleh terjaganya daya beli masyarakat di tengah perkembangan harga yang kondusif.
Achris mengatakan, Inflasi Bali Juli 2026 tetap rendah dan berada dalam rentang sasaran nasional. Kondisi tersebut didukung oleh terjaganya pasokan serta menurunnya harga sejumlah komoditas pangan strategis.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menetapkan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility 4,75%, dan suku bunga Lending Facility 6,50%.
Menurut Achris, Sinergi bauran kebijakan itu diharapkan mampu menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.
“Sehingga menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Achris Sarwani. (Way)





