Angkut Limbah Minyak, Tanker Berbendera Panama Ditangkap di Pulau Tolop Kepri

    


Pengecekan limbah minyak hitam yang diangkut oleh MT. Zodiac Star, sebuah kapal Tanker berbendera Panama di Pulau Tolop, Kepulauan Riau - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – TNI AL menangkap Kapal Tanker berbendera Panama memuat minyak hitam seberat 4600 ton. Minyak itu diduga limbah yang dibawa ke perairan pulau Tolop, Kepulauan Riau, tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Panglima Koarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah dalam keterangannya di Batam, Rabu (1/9/2021) mengatakan, penangkapan MT. Zodiac Star berbendera Panama berawal dari laporan intelijen. Kemudian, Lanal Batam menggerakkan KAL Nipa I-4-57 untuk melakukan penyisiran di perairan Pulau Tolop, Kepulauan Riau.

“Dalam pengejaran, terlihat secara visual sebuah kapal yang mencurigakan. KAL Nipa lantas menghentikan dan memeriksa MT. Zodiac Star,” kata Arsyad Abdullah.

Dari pemeriksaan awal diketahui kapal berbobot 3.224 GT itu memuat limbah minyak hitam dan diawaki 19 orang termasuk nakhoda, 18 WNI dan seorang ABK berkewarganegaraan Malaysia.

Arsyad mengatakan, kapal tanker yang berlayar di perairan Indonesia itu tidak dilengkapi surat persetujuan atau port clearence karena mengangkut barang berbahaya.

“Tidak disampaikan pemberitahuan serta hanya bisa menunjukan beberapa dokumen yang sudah kadaluwarsa,” kata Arsyad.

Selain itu, dokumen yang ditemukan aparat menunjukkan kapal MT. Zodiac Star tidak laik layar. Tiga dokumen itu yakni, exempetion certificate, international oil pollution prevention certificate serta interim exemption certificates yang sudah kadaluwarsa.

Kondisi itu melanggar pasal 302 (1) jo pasal 117 ayat (2) Undang-Undang Pelayaran dengan tuntutan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 400 juta. (Bob)