55 Peserta Ikuti Sertifikasi Operator Alat Berat dan Tenaga Laboratorium Beton

    


Pembukaan kegiatan Sertifikasi Operator Alat Berat (Operator Road Roller) dan Tenaga Laboratorium Beton (Teknisi Lab. Beton), yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Purworejo, Rabu (13/10/2021), di Ruang Arahiwang, Komplek Kantor Bupati Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 55 peserta, mengikuti Sertifikasi Operator Alat Berat (Operator Road Roller) dan Tenaga Laboratorium Beton (Teknisi Lab. Beton), yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Purworejo. Mereka ini terdiri dari 29 tenaga terampil operator alat berat dan 26 tenaga laboratorium.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari Rabu (13/10/2021) hingga Kamis (14/10/2021) ini, dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Boedhi Hardjono, Rabu (13/10/2021) di Ruang Arahiwang Kompleks Kantor Bupati Purworejo.

Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas PUPR Suranto, SSos MPA, Tim Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR Irta Yulianto, ST, MT dan Dianita Kusumastuti, ST, MT selaku narasumber, serta Wasino, ST, MT dan Drs Heru Joko Setiaji sebagai penguji sertifikasi.

Kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Boedhi Hardjono mengungkapkan rasa terimakasihnya, karena telah bersinergi secara baik dengan DPUPR sehingga terwujud acara ini.

” Diharapkan nantinya para peserta dapat mempedomani dan memahami kebijakan dan regulasi dari pemerintah di dalam dunia konstruksi,” kata Boedhi.

Hasil evaluasi kondisi saat ini, kata Boedhi, di Kabupaten Purworejo ternyata masih banyak penyedia jasa yang masih kurang memperhatikan sumber daya manusianya. Padahal sumber daya manusia dari penyedia menjadi salah satu faktor baik buruknya kualitas bangunan baik dari segi perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan.

Diharapkan antara pelaksanaan, pengawasan dan perencanaan harus terintregasi dan terjalin hubungan yang harmonis dari ketiga unsur tersebut.

“Jangan malah pengawasnya yang diawasi sama penyedia, ini praktek yang sering dijumpai dilapangan,” ujar Boedhi.

Dikatakan, bahwa era industri sekarang ini, semua dituntut untuk berkompetensi agar dapat menghasilkan pekerjaan dengan kualitas baik.

“Jangan sampai kalah dengan tenaga-tenaga dari luar, saya yakin teman-teman semua mampu kok, bisa. Lha monggo nanti kegiatan ini diikuti dengan serius agar meningkatkan kapasitas dan kapabilitas jenengan semua,” pesan Boedhi.

Sementara Suranto mengungkapkan, acara semula akan dilaksanakan pada bulan Juli namun terpaksa ditunda dikarenakan PPKM. Acara merupakan hasil kerjasama dari Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dan Dinas PUPR Kabupaten Purworejo.

Ia berharap, kegiatan di bidang jasa konstruksi ini mendapat support dan fasilitasi dari Balai Jasa Konstruksi, sehingga dapat menjadi agenda rutin di tahun anggaran yang akan datang. Hal itu sejalan dengan amanat regulasi dan tuntutan makin berkualitasnya hasil dari dunia konstruksi.

“Para peserta berasal dari masyarakat dunia konstruksi di wilayah Kabupaten Purworejo, operator teknisi pada seksi alat berat dan laboratorium DPUPR, perguruan tinggi ( Lab Teknil Sipil UMP), serta tim teknis dari UPT JI DPUPR,” terang Suranto. (Jon)