1.534 Mahasiswa Baru ITB STIKOM Bali Pentaskan Tari Kecak

oleh
Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) XXI di Lapangan Praja Raksaka Kodam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar, Selasa, 13 September 2022 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – ITB STIKOM Bali mencatat rekor tertinggi menjaring mahasiswa baru. Di tahun akademik 2022/2023, kampus IT terbesar di Bali Nusra ini merekrut 1.534 mahasiswa baru.

Memulai perkuliahan, ribuan mahasiswa baru itu dilantik oleh Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA.

Kegiatan dikemas dalam acara ‘Gema Mahasiswa Teknologi Informasi (GMTI) XXI’ di Lapangan Praja Raksaka Kodam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar, Selasa, 13 September 2022.

Mahasiswa baru itu tersebar di Prodi Bisnis Digital 298 orang, Prodi Teknologi Informasi 269, Prodi Sistem Komputer 196 orang, Prodi Sistem Informasi 720 orang, Prodi Manajemen Informatika 18 orang.

Sedangkan, pada program Dual Degree International Class kerja sama dengan HELP University Kuala Lumpur 24 orang dan Program Dual Degree National Class kerja sama dengan STT Bandung 17 orang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anakku sekalian karena telah menentukan pilihannya sendiri. Tanpa mengabaikan perguruan tinggi lain, pilihan menjadi mahasiswa ITB STIKOM Bali adalah pilihan yang sangat tepat,” kata Bandem.

Menurutnya, ada tiga hal yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat yakni, teknologi, bisnis dan kebudayaan.

“Ketiga hal itulah yang nanti adik-adik pelajari ITB STIKOM Bali,” ujarnya.

Disebutkan, teknologi adalah disiplin ilmu yang dirangkum menjadi satu dan bisa meningkatkan nilai kehidupan. Ada teknologi sederhana dan ada teknologi advanced seperti digital dan internet.

Peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun ini, kata Bandem, tak terlepas dari penerapan sistem perkuliahan hybrid secara baik.

“Mahasiswa bisa memilih kuliah secara daring atau datang langsung ke kampus. Selain itu, ITB STIKOM Bali melaksanakan perkuliahan dengan magang di luar negeri, ke Taiwan, Korea, Jepang dan Singapura, itu yang menjadi daya tarik masyarakat,” kata Made Bandem.

Sementara, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menambahkan, ada perubahan paradigma di masyarakat. Hal itu mempengaruhi peningkatan jumlah mahasiswa baru.

Dadang mengatakan, ada peningkatan 20 persen mahasiswa tahun ini. Tahun lalu, jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 1.250 orang.

“Kenaikan 20 persen cukup signifikan. Ini menunjukkan transformasi masyarakat ke IT sangat baik, kami sudah ada di zaman itu,” kata Dadang Hermawan.

Rekor 1.534 mahasiswa baru itu mendapat apresiasi dari Pengawas Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Drs. Satrya Dharma.

“Saya atas nama yayasan memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada teman-teman di ITB STIKOM Bali. Di tahun yang sulit karena pandemi, ITB STIKOM Bali mencatat prestasi yang luar biasa,” kata Satrya Dharma.

Yang menarik dari GMTI atau Opspek ala ITB STIKOM Bali ini adalah ribuan mahasiswa baru itu secara kolosal mampu mementaskan Tari Kecak.

Ketua Panitia GMTI XXI ITB STIKOM Bali Gusi Bagus Arya Dwipayana menerangkan sebelum acara puncak, mahasiswa baru sudah mengikuti Pra GMTI untuk latihan baris-berbaris dan pentas kolosal Tari Kecak.

“Mahasiswa baru ITB STIKOM Bali tidak hanya orang Bali tetapi juga ada dari Jawa, NTT, NTB dan daerah lain di Indonesia. Setelah latihan 2 hari ternyata bisa, astungkara mereka bisa menari Kecak,” kata Aya Dwipayana.

GMTI XXI ITB STIKOM Bali ini berlangsung hingga 15 September dengan berbagai materi dari para pejabat struktural ITB STIKOM Bali tentang kehidupan kampus. (rsn/Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News