Kelas Kebal Hoaks Sambangi Bali, Peserta Dilatih Jurus Cek Fakta

    


Peserta kelas kebal hoaks yang digelar di Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Penggunaan teknologi digital merupakan keniscayaan. Banyak resiko yang dihadapi dari pemanfaatan teknologi. Namun, banyak pula keuntungan jika mampu memanfaatkan.

Dari situ, SiberKreasi Kemenkominfo menginisiasi Kelas Kebal Hoaks menggandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menginisiasi Kelas Kebal Hoaks. Bali menjadi rangkaian kelas edukasi praktik cek fakta tersebut.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali I Ketut Swika mengatakan, masyarakat perlu diajak untuk dapat memanfaatkan teknologi digital secara cerdas, bijak, produktif dan tepat guna.

“Tanpa perhatian serius dari semua pihak, dikhawatirkan resiko-resiko negatif tersebut semakin membesar,” kata Ketut Swika di Hotel Harris Kuta Galleria.

Peserta Kelas Kebal Hoaks ini berasal dari kalangan luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, kaum ibu dari Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, UMKM Bali, dan komunitas pemuda.

Perwakilan komunitas yang hadir antara lain Social Project Bali, Komunitas Coding Mum Indonesia Bali, Sahabat Netra Bali, KITAPIXEL Digital, Buleleng Sosial Community dan Komunitas Film Luar Kotak.

Ketut Swika menambahkan, pengadaan kelas praktik periksa fakta secara aktif ini diharapkan meningkatkan kompetensi masyarakat dan mampu memahami atau menganalisa suatu informasi.

Dengan demikian, akan terbentuk kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai dan internet.

“Selain itu kegiatan ini juga mempunyai tujuan agar masyarakat teredukasi dalam menggunakan alat dan metode periksa fakta sederhana yang mudah dipahami,” ujarnya.

Materi disampaikan oleh Riza Dwi, salah satu pemeriksa fakta MAFINDO serta Indria Trisni Puspita yang merupakan koordinator wilayah MAFINDO Bali.

Dalam kelas itu, peserta diajak mengenal dan mengidentifikasi jenis hoaks, maupun jurus cek fakta melalui chatbot Kalimasada 089521600500.

Selain itu, peserta juga diajarkan cara mencari artikel klarifikasi, langkah audit media sosial, cara klarifikasi konten editan, foto, video dan diakhiri dengan penyampaian klarifikasi konten lokasi.

Salah satu peserta Adelia Zahra Khoirunnisa yang mewakili Madrasah Aliyah Tawakkal Bali berharap, pelatihan tersebut berlanjut ke kelas yang lebih tinggi lagi.

“Acaranya sangat seru. Harapan saya, semoga Kelas Kebal Hoaks menjangkau kota-kota lain di seluruh Indonesia, agar tingkat edukasi dan literasi digital masyarakat lebih merata” jelas Riza. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS