Workshop Pembentukan LSP-P1 SMK YPP Purworejo

    


Workshop Pembentukan LSP-P1 di SMK YPP Purworejo, dari Kamis (09/09/2021) hingga Sabtu (11/09/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam rangka pembentukan LSP-P1, SMK YPP Purworejo mengadakan workshop, yang dilaksanakan selama tiga hari, dari
Kamis (09/09/2021) hingga Sabtu (11/09/2021). Kegiatan ini diikuti oleh semua guru.

Workshop yang menghadirkan Master Assesor Heri Budi Utomo, ST, MT sebagai narasumber ini, dibuka secara resmi oleh Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Bani Mustofa, SPd, MPd pada Kamis (09/09/2021).

Mugi Widodo, SPd, selaku Kepala SMK YPP Purworejo mengungkapkan, workshop diadakan dalam rangka pembentukan LSP-P1, untuk semua kompetensi keahlian, Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), dan Teknik Mekanik Industri (TMI).

“Pembentukan LSP-P1 ini, merupakan program sekolah, dan baru terealisasi hari ini, yang diawali dengan workshop untuk memberikan pemahaman,” ujar Mugi, Jum’at (10/09/2021).

Dijelaskan pula, bahwa ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk pembentukan LSP-P1 ini. Setelah workshop, dilanjutkan dengan penyusunan dokumen. Dokumen kemudian dikirim, dilanjutkan dengan proses full assessment dari BNSP. Jika lolos, lisensi akan keluar, lalu mengajukan witness atau uji kompetensi.

“Perkiraan di pertengahan bulan Desember 2021, lisensi dari BNSP berkaitan dengan LSP-P1 di SMK YPP Purworejo bisa disetujui. Mohon doa dan dukungannya,” kata Mugi, yang didampingi Ketua Yayasan YPP, Joko Priyono, SSos.

Untuk mendukung LSP-P1, kata Mugi, syarat yang utama, selain adanya TUK (Tempat Ini Kompetensi), setiap kompetensi memiliki minimal dua asesor. Untuk di SMK YPP Purworejo sendiri, baru ada dua asesor untuk kompetensi Teknik Mekanik Industri.

Untuk asesor kompetensi keahlian lainnya, saat ini masih proses. Sambil menunggu proses ini, saat assessment dilakukan, untuk asesornya bisa bekerja sama dengan sekolah yang sudah LSP-P1 dan merupakan jejaring. Untuk jejaring SMK YPP, SMKN 1 Purworejo.

“Karena kita memberikan sertifikasi ke anak, nilai jual anak jadi meningkat, sehingga keterserapan anak di dunia industri meningkat juga. Karena sertifikat ini sudah ngelink dengan industri,” kata Mugi.

Joko Priyono, selaku Ketua Yayasan YPP, sangat mendukung gebrakan kepala sekolah baru ini, dengan pembentukan LSP-P1, yang pada intinya untuk meningkatkan kwalitas anak didik.

“Kalau hanya lulus, semua sekolah bisa meluluskan. Tapi bagaimana caranya, anak itu bisa terserap di dunia kerja. Dan langkah pembentukan LSP-P1 sangatlah tepat,” kata Joko.

Terpisah, Master Assesor Heri Budi Utomo menjelaskan, materi dalam pembentukan LSP-P1 ini, BNSP memberikan kewenangan pada LSP. Nantinya tanda tangan di sertifikat itu ketua LSP. Sebelum diberikani lisensi, maka dia uuharus memenuhi persyaratan nya. Supaya LSP itu mendapat lisensi dari BNSP.

Kehadirannya dalam workshop sebagai pemateri, jelas Heri,untuk membimbing dalam membuat dokumen mutu hingga jadi.

“Secara administrasi dokumen-dokumen mutu harus siap, seperti materi uji kompetensi, dan dokumen untuk TUK (Tempat Uni Kompetensi),” pungkas Heri. (Jon)