Warga Legian ‘Gugat’ Penataan Proyek Tukad Mati

    


Ketua LPM Desa Legian Wayan Puspa Nega - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Proyek Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Tukad Mati mendapat ‘gugatan’ dari warga Legian. Warga mempertanyakan kondisi proyek yang dinilai tidak sesuai harapan seperti sosialisasi yang dilakukan sebelumnya.

Proyek multiyears itu dikerjakan oleh Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dan diawasi oleh Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP). Mewakili masyarakat Desa Adat Legian, Ketua LPM Desa Legian Wayan Puspa Negara mengaku masyarakat kecewa dengan hasil penataan Tukad Mati.

“Di tahun 2017, BWSBP melakukan sosialisasi dengan gambaran sangat indah, seperti sungai-sungai di Korea,” kata Puspa Negara, Sabtu, 30 Mei 2020.

Puspa Negara mengatakan, saat ini, kondisi tanggul-tanggul yang dibangun tidak semuanya tersambung. Menurut perkiraannya, masih sekitar 30 meter senderan penahan air yang belum dibangun.

Senderan itu berada persis di depan kantor Lurah Legian, atau berada di sisi jembatan naga. “Karena tidak ada tanggul, air meluap dari sungai ketika musim penghujan,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tahun 2017, Puspa Negara mengatakan, pihak BWSBP menjelaskan, penataan Tukad Mati diproyeksikan sebagai destinasi wisata.

Padahal menurut Puspa Negara, penataan Tukad Mati diproyeksikan sebagai destinasi wisata dalam sosialisasi tahun 2017. Namun sampai saat ini, semak belukar justru tumbuh di kiri kanan bantaran sungai Mati.

Areal yang disebut-sebut digunakan sebagai taman Tebebuya, dikatakan Puspa Negara, sampai saat ini tidak terealisasi.

“Daerah kita penyumbang PHR terbesar, tapi kok treatment yang kita dapatkan seperti ini,” ujar Puspa Negara demikian.

Sementara, Kepala BWSBP Airlangga Mardjono dikonfirmasi melalui WhatsApp menjawab, jika pihaknya telah bertemu dengan Ketua LPM Desa Legian Wayan Puspa Negara.

Dalam pertemuan itu, Airlangga Mardjono mengatakan telah mendiskusikan keluhan warga Desa Legian. Airlangga juga mengatakan, akan ada penataan lebih lanjut.

“Kita sepakati beberapa hal untuk ditindaklanjuti,” kata Airlangga. (Way)