Dari Domestikasi Banteng Liar, Sapi Bali Diincar Timor Leste

oleh
Peternakan Sapi Bali - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Pemerintah Timor Leste melirik Sapi Bali untuk pengembangan sektor peternakan di negara tersebut.

Melalui Sekretaris Negara Peternakan, Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MALFF) Timor-Leste José Vieira de Araújo, tetangga RI itu meminta pasokan 10.000 ekor.

KEUNGGULAN
  • Daya adaptasi tinggi: Tahan panas, mampu hidup di dataran tinggi, berbukit, hingga dataran rendah. Tahan di lingkungan pakan buruk.
  • Efisiensi dan reproduksi: Daya cerna nitrogen dari hijauan rendah lebih tinggi karena kadar urea darah relatif tinggi. Fertilitas mencapai 80-82%, tertinggi di antara sapi lokal. Pertambahan bobot bisa 0,7 kg/hari dengan manajemen baik.
  • Kualitas daging: Persentase karkas lebih tinggi dan kompak, lemak rendah, cocok sebagai sapi potong. Jika disilangkan punya efek heterosis tinggi.

Dalam pertemuan di Jaya Sabha, rumah jabatan Gubernur Bali Wayan Koster, Pemerintah Timor Leste juga membuka kerjasama pengembangan kapasitas peternak dan pertukaran pengetahuan di bidang peternakan, Kamis (22/10/2026).

Namun, untuk Sapi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kuota permintaan itu masih dilakukan pendataan. Terutama, tentang ketersediaan ternak yang sesuai persyaratan eskpor.

“Masih didata untuk ternak yang dapat dipasarkan, terutama usia, jenis kelamin, asal ternak, kondisi kesehatan hewan, serta kesiapan peternak dan fasilitas pendukung,” kata Koster.

Permintaan 10.000 ekor Sapi Bali oleh Timor Leste, mengingatkan betapa berharganya plasma nutfah asli Indonesia yang diakui dunia ini.

Sapi Bali merupakan hasil domestikasi Banteng liar yang diperkirakan terjadi sekitar 3.500 tahun sebelum masehi di Pulau Bali.

Secara taksonomi, tergolong Kingdom Animalia, Ordo Artiodactyla, Family Bovidae, Genus Bos, Spesies Bos sondaicus.

Sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda, atas persetujuan raja-raja di Bali, Pulau Bali sudah ditetapkan sebagai kawasan pemurnian Sapi Bali.

Aturannya jelas, dilarang mengawinkan Sapi Bali dengan sapi lain. Serta, dilarang memasukkan sapi apapun selain Sapi Bali ke Pulau Dewata.

Ciri Khas Sapi Bali

Sapi Bali mudah dikenali. Ciri paling ikonik adalah white stocking atau kaki bawah putih seperti menganakan kaos kaki. Tubuh sedang, dada dalam dan tidak berpunuk.

Selain itu, di bagian pantat berbentuk oval atau white mirror. Serta, ada garis hitam memanjang dari gumba yang menjadi titik tertinggi hingga pangkal ekor.

Bulu pada anakan atau pedhet berwarna. merah bata. Setelah dewasa, betina tetap merah bata. Sedangkan jantan berubah menjadi cokelat tua hingga hitam legam.

Bobot jantan dewasa 350-450 kg, betina 250-350 kg.

Sapi Bali bukan hanya soal daging. Tapi identitas, sejarah, dan aset genetik bangsa yang harus dijaga sebagai plasma nutfah yang murni. (Way)