KORANJURI.COM – Dalam satu hari ada empat kali upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas di Jakarta. Narkotika itu diselundupkan di Rutan Salemba dan Lapas Cipinang, Jakarta.
Di Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Salemba, petugas mencurigai sebuah botol obat batuk berukuran 60 mililiter yang dibawa seorang pengunjung perempuan berinisial NA (22).
Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat Wahyu Trautomo mengatakan, kecurigaan muncul setelah petugas mendapati isi botol hanya terisi separuh. Aroma yang keluar juga tak lazim, menyengat.
“Dilakukan pemeriksaan mendalam. Hasilnya, cairan tersebut diduga merupakan narkotika jenis Etomidate atau zat yang kerap disalahgunakan dan memiliki efek berbahaya apabila diedarkan secara ilegal,” kata Wahyu, Selasa, 16 Juni 2026.
Tak berselang lama, petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan lainnya yang juga terjadi di Rutan Salemba.
Seorang pengunjung perempuan berinisial MU (39) diamankan setelah pemeriksaan badan. Petugas menemukan paket berisi kristal yang diduga sabu seberat kurang lebih 8 gram.
“Barang haram tersebut disembunyikan dengan cara yang tak kalah licik, di dalam aksesori kuncir rambut berwarna hitam yang dikenakan pembezuk itu,” kata Wahyu.
“Tapi kami tidak lengah meski pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengelabui pemeriksaan,” tambahnya.
Di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Cipinang, petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) juga menggagalkan penyelundupan sabu seberat sekitar 9 gram.
Narkotika itu dibawa pengunjung perempuan berinisial AW pada Senin (15/6/2026) pukul 14.30 WIB.
Hanya berselang sekitar 15 menit kemudian, tepat pukul 14.45 WIB, petugas kembali menemukan sabu dengan berat sekitar 20 gram dari pengunjung perempuan lainnya berinisial SA.
“Kedua pelaku menggunakan modus yang sama. Narkoba dibungkus menggunakan kondom, kemudian disembunyikan di area kemaluan sebelum dibawa ke dalam lapas,” kata Pelaksana Harian Kepala Lapas Narkotika Jakarta Edi Sigit Budiman.
Rentetan percobaan penyelundupan narkoba yang terjadi dalam satu hari, menjadi alarm keras, peredaran narkoba masih terjadi di lingkungan Lapas dan Rutan.
Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan DKI Jakarta Wachid Wibowo memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh pengunjung.
“Melihat hal ini, kami akan memperketat pengawasan terhadap pengunjung dan saya sangat mengapresiasi kinerja petugas di lapangan di seluruh UPT yang menggagalkan penyelundupan itu,” jelas Wachid Wibowo. (Thalib)





