UKK di SMK PGRI 3 Denpasar, Uji Skill Siswa di Bidang Perhotelan

    


Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Nengah Madiadnyana - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – SMK PGRI 3 Denpasar mulai menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Uji kompetensi itu berlaku untuk semua jurusan di sekolah pariwisata itu yakni, kompetensi keahlian Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan (AP).

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Nengah Madiadnyana menjelaskan, UKK untuk mengetahui penguasaan kompetensi keahlian siswa sebelum terjun di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“UKK ini juga sebagai legitimasi formal yang menunjukan bahwa mereka telah memiliki kompetensi atau keahlian di bidangnya masing-masing,” jelas Madiadnyana, Kamis, 21 Februari 2019.

Kemampuan kompetensi siswa setelah lulus dari pendidikannya di SMK PGRI 3 Denpasar, akan diperkuat dengan sertifikasi yang dikeluarkan sekolah. Dijelaskan Madiadnyana, pihaknya memberikan dua sertifikat yakni, sertifikat UKK dan sertifikat yang dikeluarkan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Sertifikat LSP ini, dikatakan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar ini, sebagai peluang untuk mengembangkan karirnya di tingkat internasional.

“Sertifikat LSP ini tingkatannya Asia. Jadi kita sudah memberikan bekal kepada siswa untuk berkembang di tingkat yang lebih luas, sekarang tinggal individunya sendiri,” ujarnya.

UKK menjadi bagian penting dari proses pendidikan keahlian. Madiadnyana mengungkapkan, pihaknya mempersiapkan sebaik mungkin proses uji kompetensi keahlian itu. Sehingga dari sisi materi maupun fasilitas akan mendukung pelaksanaan ujian praktik itu.

“Penguji langsung dari hotel yang ahli di bidangnya,” jelas Madiadnyana.

UKK untuk jurusan Tata Boga menguji keahlian siswa meracik menu dan menyajikannya kepada tamu hotel. Siswa membuat satu set menu internasional yang disajikan kepada tamu.

Untuk jurusan AP, ruang uji dilakukan di laboratorium hotel yang ada di sekolah itu dengan fasilitas pendukung berupa kamar hotel dan counter reception. (Way)