Takbiran Bertepatan dengan Nyepi, MDA Bali Minta Umat Muslim Jalan Kaki ke Masjid

oleh
Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, umat muslim di Bali yang merayakan Takbiran akan diatur secara ketat.

Karena pada saat yang sama, umat Hindu di Bali juga tengah menjalankan Hari Raya Nyepi. Menurut Sukahet, umat muslim tetap diperbolehkan menggelar takbir dengan pengawalan Pecalang.

“Kami sudah mengeluarkan surat edaran seruan bersama. Jadi pada intinya, takbiran boleh tapi dengan syarat yang cukup ketat tanpa mengurangi makna takbiran itu sendiri,” kata Sukahet di Renon, Denpasar, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kegiatan sembahyang umat muslim dilakukan dengan berjalan kaki menuju masjid terdekat, tanpa pengeras suara dan tidak boleh ada kebisingan.

“Di masjid lampu boleh dinyalakan tapi hanya di dalam. Kalau sudah selesai umat muslim kembali ke rumah dan tidak boleh keluar lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, toleransi antar umat beragama di Bali selama ini sudah berjalan baik. Sebelumnya, pelaksanaan Hari Raya Nyepi juga terjadi bertepatan dengan Hari Raya umat Kristiani.

Dirinya berharap, kerukunan umat beragama di Bali dapat terus berjalan. Hari Raya Nyepi yang menjadi momen khusyuk untuk ibadah umat Hindu Bali, juga tidak ternodai.

“Jadi saling menghargai dan menghormati, sama-sama berjalan. Inilah hidup di Indonesia yang saling berdampingan,” kata Sukahet.

Menjelang perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Majelis Desa Adat Provinsi melaksanakan Gelar Agung Pecalang Bali di Lapangan Nitimandala, Renon Denpasar. Puluhan ribu Pecalang dari seluruh Kabupaten/Kota se Bali hadir dalam apel tersebut.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan, Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) menjadi konsep yang saling terintegrasi.

Momen dua hari raya umat beragama yang hampir bersamaan berlangsung di Bali, perlu koordinasi yang baik antara kepolisian dan keamanan Desa Adat.

“Kolaborasi ini sangat penting, dan untuk menjaga keamanan momen dua hari raya itu sudah dikoordinasikan dengan baik,” jelas Daniel. (Way)