Tak Capai Target Perusahaan, Direktur Perusda di Purworejo Dicopot

    


Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Purworejo, Drs Bambang Susilo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Widiarso Yuliastono, SH, akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha) milik Pemkab Purworejo. Pemberhentian Widiarso ini, per Rabu (31/7) lalu.

Kabar pemberhentian Widiarso ini, disampaikan Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Purworejo, Drs Bambang Susilo, Kamis (1/8). Langkah ini dilakukan, untuk menyelamatkan BUMD, agar tidak terus merugi.

“Pemberhentian ini, lantaran kontrak kerja yang disepakati tidak mencapai target dan mendapat penilaian buruk dalam kinerjanya,” ungkap Bambang Susilo.

Dalam kontrak kerja tersebut, Widiarso menyatakan, jika tidak tercapai siap mengundurkan diri atau diberhentikan. Karena tidak tercapai sesuai janji di dalam kontrak maka akhirnya Widiarso diberhentikan.

Dijelaskan, dalam perjanjian kontrak kerja yang disepakati, untuk tahun pertama, yaitu hingga April 2019, target PDAU bisa tercapai. Namun selama menjabat 1 tahun lebih 4 bulan, dari 4 tahun jabatan yang seharusnya dijalani, Direktur PDAU dianggap tidak bisa merealisasi janjinya.

“Harusnya sampai April, sesuai kontrak, target sudah tercapai, namun tidak ada yang tercapai. Dan dia berjanji siap mengundurkan diri. Tapi ketika ditagih untuk mengundurkan diri, yang bersangkutan tidak mau.Tapi karena sudah perjanjian kontrak, ya tetap kita berhentikan,” tandas Bambang.

Menurut Bambang, kinerja Widiarso Yuliastono dinilai kurang, karena janjinya sanggup meningkatkan laba bersih pajak paling sedikit 30 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Dia juga sanggup merealisasikan pembukaan dua bidang usaha baru yang menguntungkan, yaitu usaha perbengkelan dan pertambangan, tapi semua tidak terealisasi.

Selain kontrak kerja yang tidak terpenuhi, karena dari penilaian KAP (Kantor Akuntan Publik), yang menilai jelek pada PDAU. Dari yang sebelumnya WTP (wajar tanpa pengecualian), menjadi WDP (wajar dengan pengecualian).

“Ini yang paling fatal penilaiannya, sehingga dia kita berhentikan,” ujar Bambang.

Terkait kabar pemberhentiannya sebagai Direktur PDAU, Widiarso Yuliastono belum memberikan tanggapan. Dia hanya berjanji Senin akan jumpa pers terkait hal tersebut. (Jon)