KORANJURI.COM – Serapan gabah petani di Bali mencapai 9.324 ton dan 198 ton beras. Bulog Kanwil Bali mengungkapkan, gabah dan beras yang diserap digunakan untuk mendukung cadangan beras pemerintah (CBP).
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu mengatakan, 9.324 ton gabah itu setara dengan 4.967 ton beras.
Menurutnya, dalam pengolahan gabah rendemen yang dihasilkan bervariasi, tergantung kualitas gabah dan mesin yang digunakan.
Namun, pihaknya memastikan hasil panen petani terserap secara optimal untuk penguatan ketahanan pangan nasional.
“Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui sinergi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Simon di Denpasar, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Simon, secara nasional, hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani mencapai 3,01 ton setara beras, atau sekitar 75 persen.
Pemerintah memasang target target nasional sebesar 4 juta ton di tahun 2026. Menurutnya, tahun ini Bulog berhasil mendekati target tahunan yang menjadi tantangan besar.
Dalam hal ini, Bulog bertugas menjaga keseimbangan dan perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, serta stabilitas harga pangan nasional.
“Ini pencapaian monumental bagi Bulog dalam pelaksanaan penugasan pemerintah untuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, kata Simon, harga gabah kering petani sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan memberikan kepastian pasar untuk petani di Indonesia.
Ia menambahkan, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton. Sehingga, ketersediaan pangan terjamin untuk berbagai kebutuhan pemerintah.
“Dengan pencapaian ini, kamioptimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun,” kata Simon.
“Perhitungan ini didukung dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis,” tambahnya. (Way)





